TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan protokol pembelajaran darurat untuk merespons dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pihaknya akan memperbarui Surat Edaran Menteri sebagai penegasan mengenai protokol pembelajaran di tengah kondisi kabut asap.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 11 Agustus 2026, sebanyak 3.524 satuan pendidikan dengan 571.338 murid telah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
PJJ tersebut berlangsung di sejumlah wilayah, yakni Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara, Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kota Banjarbaru.
Kemendikdasmen menempatkan keselamatan warga sekolah sebagai prioritas, tanpa menghentikan hak belajar murid. Selain itu, proses pemulihan pendidikan setelah bencana juga disiapkan sejak awal.
“Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama seluruh kementerian/lembaga terkait guna memastikan seluruh murid terdampak Karhutla tidak kehilangan hak belajar dan terus melakukan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan efisien,”kata Mu’ti dalam keterangan diterima tvrinews, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kemendikdasmen juga mendorong kepala sekolah, pengawas, pembina, dan penilik untuk memastikan pelaksanaan PJJ tetap berjalan optimal. Kepala sekolah menjadi penanggung jawab pelaksanaan dan pengawasan PJJ, sementara pengawas, pembina, dan penilik membantu pemantauan serta pembinaan di satuan pendidikan.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan tertanggal 21 Agustus 2026 menetapkan PJJ bagi seluruh satuan pendidikan pada 24 hingga 28 Agustus 2026.
Selama PJJ, pendidik dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas di sekolah sesuai ketentuan waktu kerja. Pelaksanaan pembelajaran juga tetap mengikuti jam normal, yakni mulai pukul 07.30 WITA.
Kemendikdasmen Siapkan Bantuan dan Fleksibilitas Dana Pendidikan
Selain memperbarui protokol pembelajaran darurat, Kemendikdasmen akan mengaktifkan Posko Pendidikan Darurat Karhutla di lima provinsi prioritas.
Kementerian juga akan menerapkan pelaporan status pembelajaran setiap hari melalui Dapodik serta menyalurkan bantuan berupa masker medis dan paket kesehatan bagi satuan pendidikan yang terdampak.
Pemantauan kondisi karhutla akan dilakukan hingga akhir September dengan mengacu pada perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian.
Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Kemendikdasmen menyiapkan modul pembelajaran dan ruang kelas aman asap di sekolah rujukan pada setiap kecamatan terdampak.
Selain itu, layanan psikososial juga disiapkan bagi warga sekolah. Kemendikdasmen turut memberikan fleksibilitas penggunaan dana BOP dan BOS untuk memenuhi kebutuhan darurat akibat kabut asap.
Langkah tersebut ditempuh agar proses pendidikan tetap berlangsung dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan murid maupun tenaga pendidik selama karhutla.










