TVRINews, Bone Bolango
Sekolah Negeri Terpadu (SNT) 6 Bone Bolango, Gorontalo, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kehadiran sekolah ini dinilai memberikan harapan baru bagi orang tua dalam mendukung pendidikan serta pengembangan talenta anak.
Sebanyak 80 murid, terdiri atas 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA, mengikuti pembelajaran di SNT 6. Para murid merupakan peserta didik berprestasi yang terpilih melalui serangkaian seleksi akademik dan nonakademik.

Guru Bahasa Indonesia SNT 6, Firda Aulia Shalihah, mengatakan antusiasme murid telah terlihat sejak hari pertama sekolah. SNT 6 juga tercatat sebagai sekolah dengan jumlah peminat tertinggi kedua setelah SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan kesempatan belajar di SNT harus dijawab dengan kerja keras seluruh ekosistem pendidikan.
“Dengan fasilitas yang memadai di sini, anak-anak harus belajar dengan giat untuk memberikan prestasi terbaik. Buktikan kalian adalah generasi penerus yang membanggakan bagi diri kalian, orang tua, dan bangsa,” kata Fajar dalam keterangan tertulis, dikutip, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kepala SNT 6 Bone Bolango, Surahmat Hasjim, mengatakan pihak sekolah berupaya menciptakan masa adaptasi yang aman dan nyaman bagi murid. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS berlangsung selama sepekan dan dilanjutkan dengan pra studi sebagai bagian dari kekhasan kurikulum SNT.
“Dengan mengikuti ketentuan arahan dari pemerintah, kami menciptakan MPLS yang ramah untuk anak-anak dan kami berdayakan mereka berani menunjukkan bakat dan minatnya,” ungkap Surahmat.
Sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan peserta didik, mulai dari pembelajaran, konsumsi makanan bergizi, hingga layanan transportasi.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak terpenuhi kebutuhan belajarnya, baik dari segi fasilitasnya, pembelajaran maupun kesejahteraannya (well being),” jelasnya.
Dua bus sekolah disediakan untuk mengantar dan menjemput murid dari sejumlah titik kumpul yang telah ditentukan berdasarkan lokasi tempat tinggal mereka. Selain itu, setiap murid direncanakan memperoleh satu laptop pada September 2026.
Dukungan fasilitas tersebut mendapat respons positif dari para murid. Muhammad Rheza Dama, siswa kelas VII SMP SNT 6, mengaku senang dengan fasilitas yang tersedia di sekolah.
“Ada bis yang mengantar jemput ke dan dari sekolah, ruang kelas dan gurunya bagus,” kata Rheza.
Hal serupa disampaikan Nurfadhilah Ramadhani Djamal, siswa SMA kelas XB. Ia menilai layanan bus antar jemput turut membantu orang tua.
“Perasaan saya senang sekolah di sini karena fasilitas yang disediakan seperti bis jemputan yang membuat orang tua tidak repot mengantar jemput. Dengan bersekolah di sini, saya juga ingin membawa nama baik keluarga,” ujar Nurfadhilah.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari mulai datangnya orang tua calon murid untuk mencari informasi mengenai SNT dan mempersiapkan anak mereka mengikuti seleksi pada tahun berikutnya.
Surahmat menilai tingginya minat tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan SNT 6 Bone Bolango.
“Orang tua sangat bersyukur ketika berhasil menyekolahkan anak-anak di sini,”ucapnya.
Ia berharap SNT 6 dapat menjadi bagian dari perubahan pendidikan di lingkungan sekitarnya. Setelah 21 tahun mengabdi di dunia pendidikan dan tujuh tahun menjadi kepala sekolah, Surahmat memandang kepemimpinannya di SNT 6 sebagai tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk memberikan teladan.
“Ini adalah tantangan baru dan besar, tapi juga sebuah harapan baru bagi saya agar saya juga dapat membuktikan diri ke negeri ini dengan tanggung jawab yang lebih besar,” tambahnya.
Ia optimistis keberadaan SNT dapat memberikan dampak positif apabila diterapkan secara maksimal.
“SNT ini bagus arahnya sepanjang implementasinya diupayakan secara maksimal. SNT 6 Bone Bolango perlahan menemukan maknanya bahwa ia bukan hanya tempat anak datang untuk belajar, tetapi ruang yang mempertemukan fasilitas, talenta, dukungan keluarga, dan keberanian untuk bermimpi lebih jauh,” pungkasnya.










