TVRINews, Jakarta
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan duka cita atas insiden kebakaran yang terjadi di area pabrik PT Evyap Sabun Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis, 3 September 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga pekerja meninggal dunia saat menjalankan tugas.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
"Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang amat mendalam atas berpulangnya tiga pekerja dalam insiden kebakaran di KEK Sei Mangkei. Duka ini adalah duka bagi seluruh insan industri nasional. Kami mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujar Febri dalam keterangan tertulis, dikutip, Jumat, 4 September 2026.
Kemenperin juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan industri. Kementerian berkoordinasi dengan pengelola KEK Sei Mangkei, manajemen perusahaan, kepolisian, serta instansi terkait di daerah untuk memantau penanganan pascakejadian.
Koordinasi tersebut juga dilakukan untuk memastikan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja di lokasi.
"Kami menghimbau dan mengingatkan seluruh pengelola kawasan industri serta pelaku usaha sektor manufaktur di seluruh Indonesia untuk selalu memperketat standar dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Audit keselamatan berkala, kesiapan sarana pemadam internal, serta prosedur mitigasi darurat wajib menjadi prioritas utama demi melindungi nyawa para pekerja industri," tegasnya.
Selain aspek keselamatan, Kemenperin mengimbau manajemen perusahaan dan mitra kerja memenuhi hak serta kewajiban ketenagakerjaan bagi keluarga korban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kemenperin turut mendukung proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Hasil investigasi dan evaluasi diharapkan menjadi bahan pembenahan sistem keselamatan kerja di sektor industri agar kejadian serupa dapat dicegah.










