TVRINews, Jakarta
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan Pertamina memperkuat dukungan bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menghadirkan layanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Pelayanan tersebut dibuka melalui Posko Pertamina Peduli di Lapangan Barangkolong, Reo. Fasilitas kesehatan ini disiapkan untuk membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan selama berada dalam kondisi darurat pascabencana.
Arya mengatakan penanganan terhadap warga terdampak tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan logistik. Kondisi kesehatan masyarakat, termasuk kelompok rentan, juga menjadi perhatian Pertamina.
“Pertamina berupaya memastikan warga yang berada di pengungsian tetap mendapatkan pendampingan secara menyeluruh. Tidak hanya kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pemeriksaan kesehatan yang diperlukan selama masa tanggap darurat,” ujar Arya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurut Arya, tim medis Pertamina Patra Niaga telah ditempatkan di lokasi dan berkoordinasi dengan tim kedokteran kepolisian.
Pelayanan tersebut menyasar warga dari berbagai kelompok usia, terutama balita, anak-anak, hingga orang tua yang berada di sekitar tenda pengungsian Kecamatan Reo.
“Tim kesehatan kami sudah berada di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur medis lainnya. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat di sekitar pengungsian bisa memperoleh layanan kesehatan dengan mudah ketika mengalami keluhan,” katanya.
Posko kesehatan Pertamina menyediakan sejumlah layanan secara gratis. Warga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan, mengukur tekanan darah, berkonsultasi mengenai kondisi yang dialami, serta memperoleh obat-obatan dan vitamin berdasarkan hasil pemeriksaan.
Keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat membantu warga menjaga kondisi kesehatan selama masih tinggal di pengungsian.
Tim medis Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, dr. Aji Wibowo, mengatakan pelayanan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, kondisi warga di lokasi pengungsian membutuhkan perhatian medis karena sejumlah penyintas mulai mengalami keluhan kesehatan setelah gempa.
“Keluhan yang kami temui sejauh ini cukup beragam, tetapi sebagian warga datang dengan gejala flu dan batuk. Ada juga yang mengalami luka karena sebelumnya terkena material atau puing bangunan,” ujar Aji.
Ia menambahkan, kehadiran tenaga kesehatan di lokasi pengungsian menjadi penting agar keluhan warga dapat segera ditangani.
“Kami ingin pelayanan ini bisa langsung dirasakan masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan, kami berusaha memberikan penanganan sesuai kondisi mereka,” tuturnya.










