TVRINews, Jakarta
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan jika Indonesia akan terus konsisten memberikan dukungan kepada Palestina melalui berbagai forum internasional, termasuk BRICS. Hal tersebut, diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Luar Negeri, Tri Tharyat di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 17 September 2026 hari ini.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika isu Palestina menjadi salah satu pembahasan penting dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS. Seluruh negara anggota, kata dia, mencapai kesepakatan mengenai perlunya langkah bersama untuk merespons situasi kemanusiaan yang terus berlangsung, khususnya di Jalur Gaza.
“Kalau Palestina harga mati, kita terus berjuang di berbagai forum. Yang pasti seluruh negara anggota BRICS sepakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan bersama, terutama untuk menjamin bahwa saudara-saudara kita di Gaza tidak lagi menjadi korban kelanjutan tindakan dari Israel,” ujar Tri.
Ia menjelaskan, koordinasi mengenai isu Palestina juga dilakukan melalui mekanisme kerja sama BRICS dalam kawasan Middle East and North Africa (MENA). Meski terdapat perbedaan pandangan di antara beberapa negara anggota, hal tersebut tidak menghalangi tercapainya konsensus dalam deklarasi para pemimpin BRICS.
Menurut Tri, Deklarasi New Delhi memuat sejumlah rujukan terkait konflik Israel-Palestina sebagai bentuk keprihatinan bersama masyarakat internasional terhadap kondisi di wilayah tersebut.
“Cukup banyak rujukan terhadap isu-isu Israel dan Palestina di dalam Deklarasi New Delhi, termasuk langkah-langkah yang harus dilakukan masyarakat internasional dalam mengatasi situasi yang dihadapi Palestina, khususnya di Gaza,” katanya.
Indonesia menegaskan akan terus bekerja sama dengan negara-negara anggota BRICS untuk mendorong penyelesaian isu kemanusiaan di Palestina melalui pendekatan diplomasi dan multilateralisme.










