TVRINews, Palembang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mendorong transformasi layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui penguatan inovasi serta kolaborasi di daerah. Komitmen tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat melakukan audiensi bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG se-Sumatera Selatan di Palembang, Rabu, 6 Mei 2026.
Audiensi digelar usai Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto serta perwakilan Balai Besar MKG Wilayah II.
Dalam pertemuan itu, BMKG mengevaluasi sekaligus memperkuat peran strategis layanan informasi cuaca dan iklim dalam mendukung berbagai sektor serta pengambilan kebijakan pemerintah daerah.
Faisal mengapresiasi sejumlah inovasi layanan yang dikembangkan UPT BMKG di Sumatera Selatan, termasuk oleh Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan dan Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi BMKG agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“BMKG bukan hanya mengamati cuaca, tetapi memastikan hasil observasi, prakiraan, analisis hingga penyebaran informasi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan stakeholder,”ujar Faisal dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menegaskan, BMKG terus memperkuat pelayanan publik berbasis kolaborasi dan pengabdian seluruh insan BMKG di Indonesia. Karena itu, setiap UPT didorong meningkatkan kualitas layanan, mulai dari informasi cuaca penerbangan, maritim, iklim hingga peringatan dini berbasis dampak.
Menurut Faisal, informasi cuaca harus dapat dimanfaatkan sebagai dasar mitigasi risiko dan pengambilan keputusan di lapangan.
Senada dengan itu, Tri Handoko Seto menyebut penguatan layanan di daerah menjadi bagian penting dari transformasi kelembagaan BMKG secara nasional. Ia menilai setiap UPT perlu memiliki arah pengembangan yang jelas dan terukur guna meningkatkan kualitas layanan publik secara berkelanjutan.
“Inovasi yang lahir dari daerah harus terus diperkuat agar mampu mendukung tujuan lembaga dan memperbesar manfaat BMKG bagi masyarakat,”ungkap Seto.
Dalam audiensi tersebut, Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Wandayantolis memaparkan sejumlah inovasi layanan klimatologi berbasis digital. Salah satunya Dashboard Fenologi yang digunakan untuk memantau fase pertumbuhan tanaman secara nasional.
Selain itu, pihaknya juga mengembangkan SIPACAK 2.0 atau Sistem Pelayanan Cepat Akurat yang memudahkan masyarakat mengakses layanan data klimatologi secara digital dan transparan.
“BMKG Climate Literacy Action juga terus kami kembangkan sebagai sarana edukasi cuaca dan iklim bagi pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan literasi iklim sejak dini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto menjelaskan penguatan layanan meteorologi penerbangan, cuaca maritim, National Digital Forecast (NDF), hingga pemanfaatan radar cuaca untuk mitigasi banjir dan cuaca ekstrem di Sumatera Selatan.
Ia mengatakan layanan cuaca maritim juga diperkuat guna mendukung keselamatan transportasi di jalur Sungai Musi yang menjadi salah satu jalur strategis distribusi logistik di Sumatera Selatan.
Perwakilan Balai Besar MKG Wilayah II, Ana Oktavia menambahkan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur, serta kolaborasi antar-UPT di lingkungan Balai Besar MKG Wilayah II.
Menurut Ana, transformasi layanan dan inovasi yang dilakukan UPT di Sumatera Selatan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar-UPT.
Melalui audiensi ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk memperkuat inovasi, kolaborasi, dan transformasi layanan berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang berdampak langsung bagi keselamatan masyarakat dan pembangunan daerah.










