TVRINews, Bali
Pemerintah Indonesia dan Singapura resmi memperkuat kerja sama diplomasi pemuda melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) baru di bidang kepemudaan dan olahraga dalam rangkaian Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 di Bali.
Penandatanganan dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, bersama Acting Minister for Culture, Community and Youth Singapura, David Neo.
Kerja sama ini bertujuan mempererat kolaborasi kedua negara dalam meningkatkan ketahanan dan daya saing generasi muda, terutama menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).
Dalam forum tersebut, David Neo menyampaikan paparan bertajuk “Strengthening Youth Resilience and Supporting Success in the AI Age”.
Ia menekankan pentingnya membangun ketangguhan generasi muda di tengah ketidakpastian global serta mendorong pemanfaatan teknologi AI secara positif dan produktif.
Selain itu, David Neo juga menyoroti pentingnya menciptakan ruang digital yang aman dan mendukung inovasi anak muda.
Menpora Erick Thohir menyebut kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat diplomasi pemuda Indonesia di tingkat internasional.
“Kerja sama ini adalah wujud nyata youth diplomacy Indonesia untuk memastikan pemuda Indonesia menjadi pemuda yang gigih di kancah global. Melalui kerja sama dengan Singapura, kita ingin mencetak pemimpin masa depan yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki jiwa empati dengan pengabdian sosial yang tinggi,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 7 Mei 2026.
Melalui MoU tersebut, Indonesia dan Singapura sepakat memperluas kerja sama di bidang pemberdayaan pemuda, kewirausahaan, kepemimpinan, hingga kegiatan kesukarelawanan melalui sinergi organisasi kepemudaan kedua negara.
Kerja sama juga mencakup penguatan ekosistem digital yang aman guna mendukung inovasi generasi muda, sejalan dengan visi ketahanan digital yang disampaikan Singapura dalam forum tersebut.
Selain sektor kepemudaan, kedua negara turut mendorong kolaborasi di bidang olahraga melalui integrasi sport science dan teknologi olahraga untuk meningkatkan prestasi atlet.
Kerja sama ini dinilai strategis mengingat Singapura saat ini menempati peringkat pertama dunia dalam Global Youth Development Index (YDI) 2023.
Melalui penguatan diplomasi pemuda ini, kedua negara berharap dapat mempererat people-to-people connectivity sekaligus mencetak generasi pemimpin dan atlet yang mampu bersaing di tingkat global.










