TVRINews, Jakarta
Pemanfaatan teknologi digital di sektor transportasi dan logistik dinilai semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi operasional dan penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
Salah satu teknologi yang kini banyak diterapkan adalah sistem manajemen armada berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan perusahaan memantau aktivitas kendaraan secara real time, mulai dari konsumsi bahan bakar, pola distribusi, hingga emisi karbon yang dihasilkan armada operasional.
Founder dan CEO perusahaan solusi digital transportasi, Anggia Meisesari, mengatakan penggunaan sistem berbasis data menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi ESG di sektor logistik.
Menurutnya, perusahaan membutuhkan data yang akurat agar langkah efisiensi operasional dan pengurangan emisi karbon dapat dilakukan secara terukur dan efektif.
“Perusahaan membutuhkan sistem berbasis data agar langkah efisiensi dan pengurangan emisi dapat dilakukan secara terukur,” kata Anggia dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menjelaskan, digitalisasi armada dapat membantu perusahaan menemukan berbagai titik inefisiensi, seperti rute distribusi yang kurang optimal maupun tingginya waktu kendaraan berhenti yang selama ini menjadi penyebab meningkatnya biaya logistik.
Selain meningkatkan efisiensi, penerapan teknologi digital juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas armada dan menekan biaya operasional perusahaan di berbagai sektor industri.
Di sisi lain, transformasi digital di sektor logistik juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Direktur lembaga pelatihan rantai pasok berkelanjutan, Budi Santosa Chulasoh, menilai penguatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Menurut Budi, penerapan teknologi di sektor logistik perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja agar implementasinya dapat berjalan optimal di lapangan.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon, digitalisasi transportasi diperkirakan akan menjadi kebutuhan utama dalam pengelolaan logistik dan rantai pasok di masa mendatang.










