TVRINews, Jakarta
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 sebagai wadah bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam menentukan arah masa depan bangsa. Kegiatan ini digelar untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan Indonesia Youth Summit 2026 dijadwalkan berlangsung setelah Asian Para Games 2026.
Saat ini, Kemenpora tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan pemuda terpilih dari berbagai daerah.
“Menyambut 28 Oktober mendatang, Kemenpora tengah mempersiapkan penyelenggaraan ajang Indonesia Youth Summit 2026 yang diselenggarakan setelah Asian Para Games 2026,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Rabu, 14 Oktober 2026.
Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, Kemenpora telah menyeleksi sekitar 160 peserta dari total 5.100 pemuda dan pemudi untuk mengikuti program pemusatan atau camp bersama.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan mengikuti diskusi interaktif dan lomba debat yang mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari ekonomi hijau, kesetaraan gender, hingga kesehatan mental.
IYS 2026 juga akan menghadirkan perwakilan kepemudaan dari Singapura untuk melakukan studi banding atau benchmarking.
Erick mengatakan pembahasan kepemudaan tidak lagi hanya berfokus pada semangat kebangsaan, tetapi juga harus mempertimbangkan tantangan ekonomi dan peluang yang muncul dari bonus demografi Indonesia.
Menurutnya, kualitas generasi muda perlu diperkuat agar mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan dan menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional.
“Supaya kualitas kepemudaan ini dalam mengisi masa depan ekonomi kita memang benar-benar bisa menjadi sebuah kesatuan yang sangat penting,” kata Erick.
Selain memperkuat kapasitas pemuda di dalam negeri, Kemenpora juga mulai menjajaki upaya menarik kontribusi diaspora muda dan talenta Indonesia yang berada di luar negeri.
Erick menilai keahlian dan pengalaman diaspora, termasuk saintis, peneliti, serta tenaga ahli dari berbagai bidang, dapat membantu meningkatkan kapasitas generasi muda Indonesia.
Ia juga menyinggung wacana dwi-kewarganegaraan yang disampaikan Presiden sebagai salah satu momentum untuk membuka peluang kontribusi lebih luas dari diaspora.
“Tentu di tahun depan kita mulai coba menarik diaspora yang bisa memberikan kontribusi lebih kepada tentu capability, knowledge, dan lain-lain untuk para pemuda yang ada,” ucap Erick.
Melalui Indonesia Youth Summit 2026 dan penjajakan kolaborasi dengan diaspora, Kemenpora berharap generasi muda memiliki wawasan yang lebih luas, kemampuan yang semakin kuat, serta kesiapan menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di masa depan.










