TVRINews, Jakarta
Kementerian Agama (Kemenag) menjajaki rencana menjadikan masjid di seluruh Indonesia sebagai pusat pembelajaran bahasa Inggris gratis. Inisiatif ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap literasi global sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pengembangan literasi bahasa asing perlu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tidak hanya terpusat di lembaga pendidikan formal, seperti madrasah. Masjid dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang pembelajaran yang mudah diakses masyarakat.
"Kita memiliki lebih dari 800.000 masjid di Indonesia. Saya memiliki program di masa depan untuk meminta seluruh imam atau seluruh masjid di Indonesia membuka kursus bahasa Inggris gratis," ujar Menag Nasaruddin dalam keterangannya dilansir dari rilis Kemenag, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menag yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Imam Nasional itu menilai pemerataan akses pembelajaran bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda. Kemampuan berbahasa internasional dapat membantu siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi di tingkat global.
Upaya tersebut juga sejalan dengan penguatan kerja sama Indonesia dan Inggris melalui Kemitraan Strategis RI-Inggris, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan SDM.
Deputy Head of Mission, British Embassy Jakarta, Fiona Richie, mengatakan kolaborasi pendidikan kedua negara merupakan implementasi dari pilar People and Society atau Masyarakat dan Sumber Daya Manusia yang telah disepakati para pemimpin Indonesia dan Inggris.
"Ini adalah visi lintas generasi yang dibangun di atas nilai-nilai bersama, rasa saling menghormati, dan keyakinan nyata akan potensi besar yang dapat digapai oleh kedua negara bersama-sama. Ini adalah tentang investasi pada manusia, bukan sekadar pada institusi,"ungkap Richie.
Sementara itu, Country Director for Indonesia and Director of Southeast Asia of the British Council, Summer Xia, menjelaskan bahwa penguasaan bahasa menjadi faktor penting bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan berbagai peluang internasional, termasuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Melalui dukungan pendidikan yang berkelanjutan, Kemenag bersama Pemerintah Inggris berupaya membekali generasi muda Indonesia dengan keterampilan bahasa dan pemahaman antarbudaya. Kemampuan tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan peluang global, sekaligus membantu generasi muda memperkenalkan potensi serta pencapaian Indonesia kepada dunia.










