TVRINews, Sumatera Utara
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membekali 50 pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, melalui program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN). Program ini bertujuan meningkatkan kesiapan pelaku usaha kreatif dalam mengakses pembiayaan untuk mengembangkan bisnis.
Kegiatan yang berlangsung di Creative Hub Samosir tersebut merupakan bagian dari Aktivasi Creative Hub untuk memperkuat kapasitas bisnis sekaligus menghubungkan pelaku ekonomi kreatif dengan lembaga keuangan dan sumber pendanaan.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan bahwa Creative Hub harus berperan lebih dari sekadar ruang berkumpul. Fasilitas ini diharapkan mampu mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, industri, dan sumber pendanaan untuk mendorong pertumbuhan usaha kreatif.

"Creative Hub harus menjadi lebih dari sekadar ruang berkumpul. Kita ingin mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, industri, dan sumber pendanaan agar potensi kreatif dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 18 Oktober 2026.
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf, Mohammed Ali Berawi, mengatakan penguatan kapasitas bisnis menjadi langkah penting agar pelaku ekonomi kreatif dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara optimal.
Melalui CreaFIN, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebutuhan modal, pilihan pembiayaan, serta peluang kemitraan untuk mengembangkan bisnis sesuai dengan potensi produk masing-masing.
"Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir, terutama dalam meningkatkan kesiapan usaha dan daya saing. Kementerian Ekraf terus berupaya memfasilitasi akses pembiayaan, memperluas jejaring bisnis, serta membantu pelaku ekonomi kreatif mengoptimalkan potensi usahanya agar dapat tumbuh secara berkelanjutan," ungkap Mohammed Ali Berawi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho, menyebut keterbatasan informasi dan permodalan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha kreatif di daerahnya.
Ia berharap fasilitasi Kementerian Ekraf dapat membantu calon maupun pelaku usaha memperoleh pembiayaan sesuai kebutuhan, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Samosir.
Dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Cabang Bank Sumut Pangururan, Adi Nixon Marbun, memaparkan berbagai skema kredit produktif, termasuk program pembiayaan dengan subsidi bunga hingga nol persen. Peserta juga memperoleh informasi mengenai pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung pengembangan usaha.
Selain akses pembiayaan, pelaku usaha juga dibekali pemahaman mengenai tata kelola keuangan. Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menekankan pentingnya pencatatan transaksi, pemahaman arus kas, perhitungan kebutuhan modal, serta penyusunan model bisnis yang jelas untuk meningkatkan kelayakan usaha dalam mengakses pembiayaan.
Pembekalan tersebut turut menghadirkan Ari Tjahjanto sebagai pemateri pengelolaan keuangan usaha. Peserta juga mengikuti sesi berbagi pengalaman dari penerima KUR, pemaparan produk pembiayaan Bank Sumut, serta diskusi mengenai persyaratan pengajuan pembiayaan.
Melalui program CreaFIN di Creative Hub Samosir, Kementerian Ekraf berupaya memperkuat keterhubungan antara pelaku ekonomi kreatif, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah. Upaya ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha menata pengelolaan bisnis, memperluas akses permodalan, serta meningkatkan daya saing ekonomi kreatif di daerah.










