TVRINews, Jakarta
Industri perjalanan haji dan umrah di Indonesia memiliki prospek bisnis yang besar seiring tingginya minat masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci. Kondisi ini membuat kepercayaan jemaah menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan penyelenggara perjalanan ibadah.
Data Kementerian Agama mencatat kuota haji Indonesia pada 2024 mencapai 241 ribu jemaah, naik dari 203.320 jemaah pada 2023. Sementara itu, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai 1,467 juta pada 2024, meningkat dari 1,37 juta pada 2023 dan 1,01 juta pada 2022.
Besarnya jumlah jemaah tersebut menjadi peluang bagi industri perjalanan haji dan umrah untuk terus berkembang. Di sisi lain, penyelenggara dituntut menjaga kualitas layanan dan kepercayaan jemaah.
Hal itu disampaikan CEO Jannah Firdaus, Wael Ahmed, saat penyelenggara tersebut menggelar manasik bersama sekitar 1.000 jemaah di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 23 tahun perjalanan perusahaan.
Menurut Wael, kepercayaan jemaah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah besarnya potensi industri haji dan umrah.
"Alhamdulillah, selama ini kami terus menjaga komitmen keberangkatan jemaah. Kepercayaan jemaah adalah amanah yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” kata Wael Ahmed dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Hingga akhir tahun 2026, pihaknya menargetkan dapat memberangkatkan sekitar ribu jemaah umrah dan haji plus ke Tanah Suci. Target tersebut didukung oleh jaringan operasional yang luas, kerja sama internasional yang kuat, sistem pelayanan terpadu, serta komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan berkesan.
Untuk mendukung pelayanan, Jannah Firdaus juga menghadirkan hotel di Makkah sebagai bagian dari fasilitas pendukung bagi jemaah.
"Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perusahaan penyelenggara umroh dan haji, kami resmi menghadirkan Hotel Jannah Firdaus Makkah, sebuah hotel yang dimiliki dan dikelola sebagai bagian dari ekosistem pelayanan jamaah," pungkas Wael Ahmed.










