TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengukuhkan 70 Duta Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 sebagai penggerak Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) sekaligus pelopor terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan ramah anak.
Abdul Mu'ti mengatakan para Duta Bintang Sobat SMP memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Para duta telah menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat kalian dan tetaplah menjadi sobat bagi teman kalian sesama finalis BSS. Kalian akan menjadi Bintang Indonesia dan harapan Indonesia menjadi negara hebat, maju, berdaulat, dan bermartabat. Saya harap perhelatan ini tidak sampai di sini saja tapi ada kelanjutannya," kata Abdul Mu'ti dalam keterangan yang dikutip, Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Mendikdasmen, para finalis yang berasal dari berbagai daerah merupakan generasi muda pilihan yang diharapkan mampu membawa semangat perubahan di daerah asal masing-masing.
"Kalian yang 70 itu adalah bintang-bintang yang bertebaran di seluruh Indonesia. Kalianlah yang akan menerangi Indonesia dengan cahaya kalian sebagai para bintang. Selamat dan jadilah bintang di sekolah masing-masing, jadilah terang bagi mereka yang pesimis dengan masa depan," ujarnya.
Abdul Mu'ti juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia setelah melihat semangat dan potensi para Duta Bintang Sobat SMP.
"Kalian semua meyakinkan saya bahwa Generasi Emas 2045 akan menjadi kenyataan. Indonesia ke depan adalah Indonesia yang maju, hebat, dan bermartabat," tuturnya.
Pengukuhan Duta Bintang Sobat SMP menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkuat Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB). Program ini juga didukung oleh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal, Gogot Suharwoto, menegaskan pengukuhan tersebut bukan menjadi akhir perjalanan para finalis, melainkan awal pengabdian sebagai duta di daerah masing-masing.
"Sebagai Duta Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, tugas baru kalian telah menanti di daerah asal. BSS adalah agen perubahan. Wujudkan sekolah aman dan nyaman di seluruh Indonesia," ujar Gogot.
Ia meminta para duta menjadi teladan bagi teman sebaya, aktif menyebarkan konten edukatif di ruang digital, menangkal hoaks dan ujaran kebencian, serta menjadi pelopor pencegahan perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, dan kekerasan digital di sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Juara I Bintang Sobat SMP 2026, Andrew Arsya Mandala dari SMP Negeri 2 Padang, Sumatra Barat, mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan kegigihan mengikuti berbagai kompetisi.
Andrew pun memberikan motivasi kepada pelajar lain agar tidak menyerah ketika mengalami kegagalan.
"Pesan aku buat teman-teman yang mungkin kalian gagal meraih juara di tahun ini, percayalah gagal sekali bukan berarti game over. Jujur, saya tahun kemarin sempat ikut tapi gagal di tahap pertama. Alhamdulillah tahun ini rezeki. Teman-teman harus terus mencoba karena tidak ada yang tidak mungkin," kata Andrew.
Guru pendamping Andrew, Ade Riza Rayahu, mengaku bangga atas prestasi anak didiknya. Ia berharap pengalaman dan pencapaian Andrew dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk terus berprestasi.
"Semoga akan lahir semakin banyak 'Andrew-Andrew' lain di luar sana," ujar Ade.
Melalui pengukuhan 70 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Kemendikdasmen berharap para pelajar tersebut mampu menjadi teladan sekaligus penggerak budaya sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak, serta berkontribusi menciptakan ruang digital yang sehat bagi generasi muda Indonesia.










