TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan Jembatan Shortcut Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menjadi solusi permanen untuk memperkuat konektivitas wilayah Bireuen menuju kawasan Dataran Tinggi Gayo.
Pembangunan jembatan baru tersebut dirancang untuk menghadirkan akses yang lebih aman, efisien, dan tahan terhadap risiko bencana. Kehadiran jembatan shortcut diproyeksikan mampu memangkas waktu perjalanan hingga sekitar 10 menit sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah menyiapkan tiga jalur akses untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Ketiga akses tersebut yakni penguatan jembatan lama Enang-Enang, peningkatan jalur alternatif Werlah, serta pembangunan jembatan shortcut baru.
"Dengan demikian nantinya masyarakat akan memiliki tiga alternatif akses jalan. Pertama melalui jembatan Enang-Enang yang diperkuat, kedua melalui jalur Werlah yang juga kita tingkatkan, dan ketiga melalui jembatan shortcut baru di kawasan Enang-Enang. Ini akan memberikan pilihan akses yang lebih aman dan andal bagi masyarakat," ujar Dody dalam keterangan yang dikutip, Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Dody, pembangunan jembatan baru diperlukan karena lokasi jembatan lama berada di kawasan dengan tingkat kerawanan hidrometeorologi yang cukup tinggi. Karena itu, pemerintah tidak menjadikan lokasi lama sebagai pembangunan permanen.
"Pemerintah tidak lagi membangun permanen di lokasi lama karena secara teknis sudah tidak memungkinkan. Jembatan yang ada diperkuat agar masyarakat tetap aman melintas, sedangkan solusi permanennya adalah pembangunan jembatan shortcut," katanya.
Jembatan Shortcut Enang-Enang akan dibangun dengan panjang sekitar 380 meter dan lebar 12 meter. Struktur jembatan dirancang menggunakan teknologi khusus dengan dua pilar utama agar mampu melewati bentang lembah yang luas tanpa banyak tiang di tengah aliran sungai.
Selain meningkatkan keselamatan, jembatan baru tersebut juga memiliki kemampuan menahan beban kendaraan hingga 30 ton. Kapasitas ini diharapkan mampu mendukung kelancaran angkutan barang, termasuk distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari wilayah Dataran Tinggi Gayo menuju kawasan pesisir Aceh.
Kementerian PU juga akan melakukan peningkatan jalur alternatif Werlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, dengan pelebaran jalan dari sekitar 4 meter menjadi 6 meter serta pembangunan dua jembatan pendukung.
Pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat jaringan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, hingga Aceh Tenggara.
Saat ini, Kementerian PU tengah menyelesaikan tahapan persiapan pembangunan, termasuk penyusunan desain dasar dan proses tender konstruksi. Pembangunan jembatan ditargetkan berlangsung secara bertahap pada periode 2026 hingga 2028.
Melalui pembangunan Jembatan Shortcut Enang-Enang, pemerintah berharap akses transportasi masyarakat semakin aman, waktu tempuh lebih singkat, serta aktivitas ekonomi di kawasan tengah Aceh dapat semakin berkembang.










