TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan, Program Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi agen perubahan di daerah masing-masing menuju Indonesia Emas 2045.
Saat menutup rangkaian kegiatan Bintang Sobat SMP 2026 di Tangerang, Banten, Abdul Mu'ti mengatakan para finalis harus memandang BSS sebagai awal perjalanan untuk terus berkembang dan mengembangkan potensi diri.
"Menjadi BSS bukan akhir dari perjalanan panjang kalian, tetapi awal dari perjalanan yang jauh lebih cemerlang. Peluang selalu ada, tetapi kalian harus selalu berpijak di bumi walaupun kalian adalah bintang-bintang," kata Abdul Mu'ti dalam keterangan yang dikutip, Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas diri melalui tiga prinsip utama, yakni memiliki wawasan yang luas, keterampilan yang baik, serta tetap rendah hati dalam setiap pencapaian.
"Jadilah anak-anak yang knowledgeable, yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas. Kemudian jadilah anak-anak yang capable, yang terampil dan memiliki banyak kemampuan. Lalu tetaplah menjadi anak-anak yang humble, rendah hati dengan segala capaian yang dimiliki. Kuncinya adalah senantiasa belajar untuk meningkatkan kemampuan," ujarnya.
Program Bintang Sobat SMP 2026 mempertemukan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti pembinaan kepemimpinan, penguatan karakter, komunikasi, dan kepedulian sosial.
Juara I Bintang Sobat SMP 2026, Andrew Arsya Mandala dari SMP Negeri 2 Padang, Sumatra Barat, mengaku memperoleh banyak pengalaman yang akan menjadi bekal saat kembali ke sekolahnya.
"Di sini, soft skills Andrew terasah mulai dari public speaking, cara memahami orang lain dan keberagaman. Serta yang paling saya ingat adalah saat berinteraksi dengan teman-teman yang keren dari seluruh Indonesia. Memorable banget," ujar Andrew.
Andrew berkomitmen memperkenalkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman kepada teman-temannya agar semakin banyak pelajar menjadi agen perubahan.
Sementara itu, finalis asal Papua Tengah, Az Zahwa Aulya Putri Hendri dari SMP Negeri 11 Mimika, mengatakan pengalaman mengunjungi Istana Merdeka menjadi momen yang paling berkesan selama mengikuti BSS 2026.
"Menurut aku yang paling berkesan saat kami ke Istana Merdeka dan Istana Negara. Kami bisa melihat ruang-ruangan penting, mengetahui bagaimana suasana istana, bahkan diberi kesempatan berfoto di sana," kata Zahwa.
Sepulang ke Papua, Zahwa berencana mengajak teman-temannya menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui berbagai tantangan dan kegiatan yang menyenangkan agar lebih mudah diterapkan.
Finalis lainnya dari Papua Tengah, Jason Febrian Pasang dari SMP Kristen Kalam Kudus Timika, mengaku kebersamaan dengan peserta dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
"Teman-teman di sini baik-baik semua. Mereka saling mendukung dan saling berbagi cerita," ujar Jason.
Jason juga bertekad menjadi teladan bagi teman-teman seusianya serta memanfaatkan media sosial dan organisasi sekolah untuk menyebarkan informasi positif.
Komitmen serupa disampaikan Mesya Jama dari SMP Negeri 1 Wamena, Papua Pegunungan. Ia mengaku banyak memperoleh pengalaman baru, mulai dari kemampuan public speaking, membangun personal branding, hingga bersosialisasi dengan teman dari berbagai daerah.
"Motivasi yang saya ingat, kita tidak boleh berhenti sekarang. Kalau gagal bukan berarti kita tidak bisa mencoba lagi," tutur Mesya.
Sekembalinya ke Wamena, Mesya berencana aktif di OSIS dan mengajak teman-temannya menerapkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI).
Melalui Program Bintang Sobat SMP 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berharap para peserta mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.










