TVRINews, Jakarta
Aktivitas gempa bumi susulan menyusul gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 lalu masih terus tercatat dan menunjukkan frekuensi yang masif.
Berdasarkan data resmi dari Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang hingga Selasa, 8 September 2026 pukul 05.00 WIB, akumulasi gempa bumi susulan telah mencapai 13.504 kejadian.
Dari ribuan aktivitas kegempaan tersebut, skala magnitudo gempa susulan tercatat bervariasi. Getaran terbesar yang direkam mencapai magnitudo 6,2, sementara gempa susulan terkecil bermagnitudo 0,9.
Secara rinci, BMKG mencatat sebanyak 36 gempa susulan memiliki kekuatan magnitudo 5 atau lebih, serta 180 gempa di antaranya dirasakan secara langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
BMKG juga memetakan sebaran gempa susulan di sekitar wilayah Flores dan Flores Backarc Thrust. Sebaran aktivitas gempa berada di sekitar sumber gempa utama serta jalur sesar naik atau thrust fault.
Hingga pembaruan terakhir ini, pihak BMKG masih terus melakukan pemantauan intensif guna mengamati perkembangan aktivitas kegempaan serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan berikutnya.










