TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan maggot black soldier fly (BSF) mendapatkan pakan yang aman dan dapat dikembangkan sebagai pakan ternak.
“Jika tidak ada pemilahan yang baik maka maggot nya akan makan sampah yang sudah terkontaminasi, dan jika sudah terkontaminasi, maka maggot-nya tidak bisa digunakan untuk pakan ternak sehingga bisnis kecil (penjual maggot) tidak bisa scale-up,” kata Wamen Diaz dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 8 September 2026.
KLH/BPLH turut membuka booth yang menampilkan sejumlah produk ramah lingkungan dari masyarakat Jakarta Utara, termasuk praktik budidaya maggot.
Diaz menjelaskan, pemilahan sampah menjadi bagian penting dalam pengembangan budidaya maggot agar hasilnya memenuhi standar dan dapat dikomersialisasikan sebagai pakan ternak.
“Budidaya maggot yang makan sampah sisa olahan dapur bisa dijadikan pakan ternak, namun ada Permentan Nomor 22 Tahun 2017 yang mengharuskan bahwa jika ingin dijadikan pakan ternak, sampah organik dapur (yang dimakan maggot) harus dipastikan tidak terkontaminasi dengan logam berat atau yang lainnya,” jelas Wamen Diaz.
Menurut Diaz, sampah organik yang menjadi pakan maggot harus dipastikan terbebas dari kontaminasi, termasuk logam berat. Hal tersebut menjadi salah satu syarat agar hasil budidaya maggot dapat digunakan sebagai pakan ternak sesuai ketentuan yang berlaku.
Diaz juga mengapresiasi TNI AL yang turut mendorong pemilahan sampah. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya membuka peluang pengembangan usaha masyarakat, tetapi juga mendukung program pengelolaan sampah di sektor hilir, termasuk waste-to-energy.
“Proses yang dilakukan di hilir seperti waste-to-energy, itu tidak akan jalan tanpa pemilahan di hulu, dengan adanya pemilahan di hulu seperti yang didorong oleh TNI AL, ini menjadi pesan yang sangat berharga untuk kita semua, untuk mendukung industri di hilir,” tutur Wamen Diaz.
TNI AL Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik
Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan dan pembuangan sampah plastik. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan maritim membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Kondisi laut sangat luas tapi di beberapa tempat banyak sampah plastik, kami mengajak masyarakat untuk cinta laut dan lingkungan hidup terutama lingkungan maritim dari sungai sampai laut, kita berikan edukasi dan mengajak masyarakat bersama membersihkan lingkungan maritim,” ungkap Muhammad Ali.
Upaya pemilahan sampah sejak dari sumber dinilai menjadi langkah awal yang penting dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.










