TVRINews, Merauke
Empat titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kabupaten Merauke, Papua Selatan, berdasarkan data yang diterima melalui aplikasi Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI+ Kemenhut) pada Selasa, 8 September 2026.
Data tersebut menunjukkan seluruh hotspot terdeteksi pada pukul 06.18 WIT dengan sumber pemantauan satelit NASA-MODIS.
Empat lokasi yang terpantau masing-masing berada di Desa Onggari, Distrik Malind; Desa Teri, Distrik Kimaam; Desa Wanam, Distrik Ilwayab; serta Desa Kwemsid, Distrik Kaptel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Keempat titik panas tersebut tercatat dalam pembaruan data Hotspot Terbaru SIPONGI+ per 8 September 2026.
Selain data hotspot, SIPONGI+ juga mencatat perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026. Dalam data tersebut tercatat 3.212 kejadian kebakaran, dengan lokasi kebakaran tersebar di 36 provinsi dan 340 kabupaten. Sementara itu, luas hutan dan lahan terbakar sepanjang 2026 tercatat mencapai sekitar 202 ribu hektare.
Data SIPONGI+ juga menampilkan grafik perkembangan hotspot hasil pemantauan satelit NASA-TERRA/AQUAdengan tingkat kepercayaan (confidence level) tinggi (high). Grafik tersebut membandingkan jumlah hotspot tahun 2026 dengan data tahun 2025 dan 2024.
Pemantauan hotspot melalui satelit menjadi salah satu instrumen untuk mendeteksi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan. Namun, keberadaan hotspot tidak serta-merta berarti telah terjadi kebakaran, sehingga diperlukan verifikasi dan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Masyarakat di wilayah yang terpantau hotspot diimbau tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan kepada petugas terkait.










