TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus menjadi instrumen utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan (sustainability) harus menjadi paradigma utama pembangunan nasional, bukan lagi sekadar isu pelengkap dalam setiap perumusan kebijakan.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat memberikan sambutan pada Lestari Awards 2026 di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang secara konsisten mendorong kolaborasi lintas sektor serta menghadirkan berbagai praktik terbaik dalam pembangunan berkelanjutan.
Menko AHY menyampaikan bahwa dinamika global yang ditandai dengan ketidakpastian geopolitik, konflik, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi menuntut Indonesia membangun daya tahan (resilience) sekaligus meningkatkan daya saing melalui kebijakan pembangunan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

“Kita harus menghadirkan sebuah kebijakan dan strategi membangun daya tahan, resilience sebagai sebuah bangsa tapi juga daya saing, competitiveness. Dan ini harus mendasar pada tiga pilar. Yang pertama tentunya adalah kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Yang kedua adalah kesejahteraan bagi masyarakat. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan lingkungan hidup kita. We need to strike a good balance antara tiga hal ini. Sustainable economic growth with equity,” ujar Menko AHY.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menko AHY menjelaskan pembangunan infrastruktur diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat konektivitas nasional, mendukung ketahanan lingkungan, serta mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, melainkan dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat serta kemampuannya dalam menjawab tantangan perubahan iklim.
“Lingkungan hidup adalah isu yang sangat penting, sangat strategis dan global. Tapi tentu membutuhkan dukungan infrastruktur. Infrastruktur tidak hanya seberapa banyak kita membangun tapi seberapa baik manfaatnya, dampaknya, termasuk seberapa kuat daya tahan terhadap berbagai potensi bencana alam,” tambah Menko AHY.
Lebih lanjut, Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh unsur pentahelix, yang meliputi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Menurutnya, media memiliki peran strategis tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran publik, mengawal implementasi kebijakan melalui fungsi checks and balances, serta menyebarluaskan berbagai praktik baik yang dapat menjadi inspirasi masyarakat.
“Kita membutuhkan sebuah pilar, bukan hanya pilar demokrasi yang kokoh, melainkan juga untuk menghadirkan edukasi dan membangun awareness masyarakat luas tentang sustainability, tentang isu bumi dan lingkungan kita. Mendorong partisipasi publik, mengawasi kebijakan pemerintah dan juga dunia usaha. Checks and balances bisa dilakukan oleh teman-teman media. Dan yang terakhir tentunya mempromosikan jika ada solusi, jika ada best practices yang relevan untuk diterapkan di tengah-tengah masyarakat kita,” tambah Menko AHY.

Menutup sambutannya, Menko AHY mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan Lestari Awards 2026. Ia berharap apresiasi tersebut semakin mendorong lahirnya inovasi dan praktik terbaik yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun kawasan ASEAN.
“Saya mengucapkan selamat sebelumnya kepada para pemenang Lestari Awards 2026. Bapak, Ibu, kalau sudah dinominasi artinya semua pantas untuk mendapatkan recognition, apresiasi, dan dorongan dari pemerintah dan dari kita semuanya. Semoga pemenangnya nanti juga bisa mewakili Indonesia di tingkat ASEAN dan siapapun itu mudah-mudahan bisa menghadirkan perubahan yang meaningful untuk Indonesia lima tahun, sepuluh tahun, hingga selamanya,” tutup Menko AHY.










