TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memperkuat kerja sama di bidang kearsipan guna meningkatkan tata kelola arsip nasional serta mengoptimalkan pemanfaatan data dan informasi. Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi Kepala ANRI bersama jajaran dengan Kepala BMKG di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan arsip memiliki peran strategis bagi BMKG, tidak hanya sebagai memori kelembagaan, tetapi juga sebagai sumber data ilmiah yang menjadi dasar penyusunan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

“Bagi BMKG, arsip memiliki nilai yang sangat strategis. Selain sebagai memori kelembagaan, arsip juga merupakan sumber data ilmiah dan rekam jejak berbagai kejadian cuaca, iklim, gempa bumi, hingga tsunami. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, data tersebut merupakan aset nasional yang perlu dijaga dan dilestarikan,”kata Faisal dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Faisal, data dan informasi BMKG dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari mitigasi bencana, keselamatan transportasi darat, laut, dan udara, pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengembangan energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya air. Di bidang kesehatan, data iklim juga digunakan untuk membantu memprediksi potensi penyebaran penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.
Faisal menjelaskan kerja sama BMKG dan ANRI telah berlangsung dalam berbagai kegiatan, seperti penataan arsip dinamis, penyelamatan arsip statis, serta peningkatan kapasitas arsiparis melalui pelatihan. Dalam periode 2018–2025, BMKG juga telah menyerahkan sejumlah arsip statis bernilai sejarah kepada ANRI, termasuk arsip seismogram gempa dan tsunami Aceh, arsip buku iklim, arsip kebencanaan, hingga arsip penanganan pandemi Covid-19.
“Tentang kearsipan ini merupakan salah satu derap napas dari BMKG. Karena tugas kami adalah memberikan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika berdasarkan hasil observasi, prakiraan, pengolahan data, pemodelan, hingga simulasi. Dari proses itulah kami menghasilkan informasi dan rekomendasi yang dimanfaatkan oleh berbagai sektor,” lanjutnya.
Untuk memperkuat tata kelola arsip, BMKG terus mengimplementasikan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA), menerapkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang terhubung dengan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), melakukan digitalisasi arsip, serta pembinaan dan pengawasan kearsipan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut menghasilkan nilai pengawasan kearsipan BMKG tahun 2025 sebesar 93,02 dengan predikat "AA" (Sangat Memuaskan).
“Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan bimbingan dari ANRI sehingga BMKG dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan,”ucapnya.
Ia menambahkan, BMKG juga akan menyiapkan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) baru dengan ANRI sebagai tindak lanjut penguatan kerja sama.
“Kami berharap Nota Kesepahaman ini menjadi tonggak penguatan kolaborasi BMKG dan ANRI dalam menjaga memori kolektif bangsa, meningkatkan tata kelola kearsipan, serta mengoptimalkan pemanfaatan arsip untuk mendukung pelayanan publik, penelitian, dan mitigasi bencana di Indonesia,”tuturnya
Sementara itu, Kepala ANRI Mego Pinandito mengapresiasi pengelolaan arsip yang dilakukan BMKG. Menurutnya, BMKG menjadi salah satu instansi yang berhasil memanfaatkan arsip untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Arsip BMKG ini sangat penting perannya dalam pembangunan nasional, sekaligus menjadi fondasi bagaimana kita dapat bersama-sama memperkuat tata kelola data dan informasi berskala nasional,”ungkap Mego.
Ia berharap praktik pengelolaan arsip yang diterapkan BMKG dapat menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lainnya.
“Harapannya, kami bersama-sama dengan kementerian dan lembaga lainnya dapat mereplikasi hal tersebut, serta memanfaatkan arsip dari setiap instansi secara optimal sebagaimana yang telah dilakukan BMKG untuk mendukung berbagai sektor pembangunan,”pungkasnya.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, BMKG dan ANRI berkomitmen meningkatkan penyelamatan, digitalisasi, preservasi, dan pemanfaatan arsip untuk mendukung pelayanan publik, penelitian, mitigasi bencana, serta pembangunan nasional.










