TVRINews, Banjarmasin
Empat jenazah yang telah ditemukan dalam operasi pencarian korban akan dievakuasi menggunakan helikopter pada Jumat, 2 Oktober 2026. Evakuasi melalui jalur udara disiapkan karena akses menuju lokasi melalui jalur laut membutuhkan waktu cukup lama.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, empat jenazah tersebut telah ditemukan dan datanya sudah masuk dalam proses evakuasi. Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan melalui jalur laut karena perjalanan dari Kumai menuju lokasi membutuhkan waktu hingga sekitar lima jam.
“Yang korban yang empat kemarin sudah masuk, sudah terevakuasi datanya sudah masuk hari kemarin. Namun sampai dengan saat ini belum bisa dievakuasi karena memerlukan waktu yang sangat lama,” ujar I Putu dalam update perkembangan KM Virgo Transport 8 melalui YouTube Basarnas, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, perjalanan menuju lokasi hanya dapat dilakukan melalui jalur laut dengan menggunakan dua alat utama, yakni Rigid Inflatable Boat (RIB) dan rubber boat. Lamanya perjalanan membuat tim harus menginap di lokasi.
“Jadi perlu waktu sampai lima jam dari Kumai menuju ke lokasi. Jadi harus menginap semalam di sana,” imbuhnya.
Tim yang melakukan proses evakuasi kemudian baru dapat kembali pada siang hari dan diperkirakan tiba di Kumai sekitar pukul 21.00.
“Jadi sangat panjang dan sangat melelahkan untuk tim besar gabungan di Kumai,” ucapnya.
Untuk mempercepat proses evakuasi, helikopter telah disiagakan di Pangkalan Bun. Rencananya, keempat jenazah tersebut akan diterbangkan dari lokasi menggunakan helikopter.
“Lanud Pangkalan Bun sudah standby di sana. Dan besok pagi semua keempat jenazah yang kemarin sudah ketemu itu akan kita evakuasi dengan menggunakan pesawat heli AR3604,” pungkasnya.
Sementara itu, operasi pencarian korban lainnya tetap berlanjut. Tim SAR gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi, sedangkan pencarian di atas permukaan air tetap dilakukan di wilayah kerja Kantor SAR Palangkaraya.
I Putu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, mulai dari TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, rumah sakit, PMI, hingga potensi SAR.










