TVRINews, Banjarmasin
Tim SAR gabungan menghentikan sementara penyelaman di lokasi kejadian setelah dua hari pencarian di bawah permukaan air belum menemukan korban. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi sejumlah area yang dinilai berisiko bagi keselamatan penyelam.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, area yang dinilai aman untuk dilakukan penyelaman telah ditelusuri dan disisir oleh tim gabungan.
“Memang dua hari ini tidak ada temuan ya, karena semua area aman, ini catatan nih, semua area yang aman bagi penyelam yang melalui pertimbangan-pertimbangan penyelaman, itu sudah ditelusuri, sudah disisir,” ujar I Putu dalam update perkembangan KM Virgo Transport 8 melalui YouTube Basarnas, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah bagian yang memiliki risiko sehingga tidak dapat dimasuki penyelam. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pelaksanaan operasi.
“Artinya ada area-area yang berisiko untuk keselamatan mereka. Nah, inilah yang tidak bisa mereka masuki karena alasan pertimbangan dan alasan keselamatan,” lanjutnya.
I Putu menegaskan keselamatan penyelam menjadi prioritas dalam menentukan area pencarian. Sebagai Search Mission Coordinator (SMC), ia tidak akan merekomendasikan penyelaman apabila kondisi di lokasi membahayakan personel.
“Saya selaku SMC tidak akan merekomendasikan ya apabila berbahaya untuk keselamatannya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kondisi di dalam kapal dan lingkungan sekitarnya menjadi perhatian tim. Informasi dari para penyelam nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah operasi berikutnya.
“Semua ruang aman itu sudah, sisanya adalah ruangan-ruangan yang memang berisiko untuk dimasuki. Artinya dari sisi pertimbangan keselamatan itu sudah tidak memungkinkan, berbahaya,” jelas I Putu.
Karena itu, pada Jumat, 2 Oktober 2026, tidak akan dilakukan penyelaman di lokasi. Tim SAR tetap melakukan pemantauan dan monitoring di sekitar lokasi kejadian, sementara evaluasi bersama akan dilakukan untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya.
I Putu mengatakan evaluasi akan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk TNI Angkatan Laut, kepolisian, Kementerian Perhubungan, KSOP, Distrik Navigasi, KPLP, Polair, KP3L, SROP, BMKG, dan unsur lainnya.
“Jadi tidak hanya Basarnas saja yang mengambil, kita akan mintain pertimbangan dari seluruh unsur yang kita libatkan,” pungkasnya.










