TVRINews – Singapura
Dalam kunjungan kenegaraan ke Singapura, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga perdamaian kawasan Asia Tenggara di tengah meningkatnya tensi global.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai rangkaian kunjungan kenegaraan di Singapura Minggu (15/6) dengan agenda strategis yang menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara. Bertajuk forum Leader’s Retreat, Presiden Prabowo dan jajaran pemerintah Singapura akan membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor prioritas. terkait hubungan bilateral dan kerja sama antara kedua negara.
Peta Kerja Sama RI-Singapura yang Semakin Menguat
Indonesia dan Singapura selama ini telah menjalin sejumlah sektor kerja sama dalam berbagai bidang diantaranya :
- Ekonomi dan Perdagangan:
Fokus pada peningkatan ekspor produk peternakan Indonesia dan penguatan pusat data (data center) sebagai bagian dari transformasi digital ASEAN.
- Pendidikan dan SDM:
Kerja sama pertukaran profesional, pelatihan teknologi digital, serta kolaborasi penelitian antaruniversitas.
- Keamanan dan Regional Stability:
Peneguhan kolaborasi dalam penanggulangan terorisme dan penyelesaian konflik di kawasan seperti Myanmar dan Timur Tengah.
- Pariwisata dan Transportasi:
Pengembangan jalur pelayaran kapal pesiar Singapura–Bali/Belitung/Toba dan pembukaan penerbangan langsung ke daerah-daerah wisata unggulan Indonesia.
- Digitalisasi dan Infrastruktur BBK (Batam-Bintan-Karimun):
Singapura berkomitmen memperkuat investasi digital di kawasan perbatasan strategis ini, termasuk dalam pembangunan infrastruktur konektivitas.
- Keamanan Pangan & Teknologi Pertanian:
Percepatan penuntasan MoU untuk memperkuat ketahanan pangan dan modernisasi pertanian di Indonesia.
Sementra itu lewat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Industri dan Perdagangan Singapura Tan See Leng kedua negara menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang mencakup investasi hijau dengan nilai fantastis: lebih dari 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp162,7 triliun. Menurut Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dana ini akan difokuskan pada pengembangan energi terbarukan, industri panel surya, serta teknologi Carbon Capture Storage (CCS) sebagai langkah konkret menuju kawasan industri hijau.
“Investasi ini bukan hanya simbol hubungan bilateral, tapi komitmen nyata dua negara untuk masa depan energi bersih dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis dari Jakarta.
Pesan Politik dan Regional
Tak hanya membicarakan kerja sama teknis, kunjungan Presiden Prabowo juga sarat pesan geopolitik. Kedua negara menekankan pentingnya menjaga perdamaian kawasan Asia Tenggara di tengah meningkatnya tensi global.
Singapura, sebagai salah satu mitra dagang dan investasi utama Indonesia, dinilai tetap menjadi poros penting dalam pengembangan diplomasi ekonomi RI. Kunjungan ini juga menjadi panggung perdana Presiden Prabowo sebagai kepala negara dalam arena bilateral ASEAN.










