TVRINews, Jakarta
Program jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadirannya tidak hanya memudahkan aktivitas rumah tangga, tetapi juga mendukung kelancaran usaha mikro dan menghemat pengeluaran keluarga.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan berbagai testimoni dari pengguna menunjukkan bahwa jargas telah meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi penggunaan energi di berbagai daerah.
Salah satunya dirasakan Nesti, warga Rumah Susun Manis Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, yang telah menggunakan layanan jargas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) selama sekitar tiga tahun.
"Tinggal di lantai 3 rumah susun, ia merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi mencari dan mengangkut tabung gas. Jargas juga memberi rasa aman karena sebelumnya ia takut memasang tabung gas sendiri, termasuk saat memasak sahur di bulan puasa, tidak lagi khawatir gas tiba-tiba habis," kata Qodari dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Qodari, sistem pembayaran pascabayar yang diterapkan PGN dengan tarif yang relatif stabil juga membantu pengguna mengelola keuangan rumah tangga. Selain itu, pembayaran dapat dilakukan dengan mudah melalui layanan e-commerce maupun mobile banking.
Manfaat serupa juga dirasakan Bambang Prakosa, warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai pemilik warung makan, Bambang mengaku penggunaan jargas membuat operasional usahanya menjadi lebih lancar.
Ia mengatakan tidak lagi khawatir kehabisan gas saat mulai berjualan sebelum waktu subuh, seperti yang kerap terjadi ketika masih menggunakan tabung LPG. Menurutnya, selama menggunakan jargas juga belum pernah terjadi insiden yang mengganggu keamanan di lingkungan tempat tinggalnya, sehingga dirinya dan warga sekitar merasa lebih tenang.
Tak hanya di Yogyakarta, Jayanti Indah, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur, juga merasakan kepraktisan setelah 5 tahun berpindah dari tabung LPG 3 kg ke jargas. Ia tak perlu repot lagi membawa-bawa dan mengganti tabung gas, serta tak khawatir gas habis saat di malam atau dini hari termasuk bulan Ramadan.
Jayanti menilai jargas jauh lebih hemat dengan pelayanan yang aman dan lancar selama 5 tahun terakhir ditunjang petugas PGN yang rutin mengecek dan mendeteksi potensi kebocoran.
Qodari menegaskan pemerintah akan terus memperluas pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi nasional dan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG.
Dengan target ratusan ribu sambungan rumah (SR) hingga 2029, program ini telah memberi kemudahan, keamanan, serta penghematan pengeluaran bagi rumah tangga di berbagai daerah sebagaimana disampaikan para pelanggan tadi.
Berdasarkan data per 3 Agustus 2026, pembangunan jargas 2025-2026 menargetkan 119.379 SR yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Secara kumulatif, sebanyak 949.008 SR telah terbangun sebagai bagian dari pengembangan program jargas nasional.









