TVRINews, Jakarta
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong generasi muda memanfaatkan komunitas dan organisasi sebagai ruang untuk mengasah kepemimpinan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Iftitah saat mewakili Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada puncak Jambore Nasional Overlanding Indonesia 2026 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Di hadapan anggota komunitas dan peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Iftitah mengatakan komunitas tidak semestinya hanya menjadi tempat berkumpul, menambah teman, atau menyalurkan hobi.
Menurutnya, komunitas dapat menjadi "sekolah kehidupan" bagi generasi muda untuk belajar mengambil keputusan, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, membangun jejaring, hingga menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

(Foto: Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara)
"Motivasi yang terbesar itu tidak dengan kata-kata. Motivasi yang terbesar itu dengan contoh," kata Iftitah dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 23 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kepemimpinan merupakan perpaduan seni dan ilmu dalam memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Karena itu, seorang pemimpin harus mampu membangun kepercayaan, menjaga kekompakan, dan memastikan organisasi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Lebih lanjut, Iftitah juga mengingatkan pentingnya pengelolaan organisasi secara konsisten melalui evaluasi, perencanaan, pembagian peran, dan komunikasi dengan anggota.
Dalam dialog interaktif bersama peserta LDKS, ia turut menekankan pentingnya hubungan yang solid antara ketua dan wakil pemimpin.
"Wakil itu harus seiring sejalan dengan ketua," tegasnya.
Ia berharap generasi muda tidak menjadi anggota komunitas yang pasif. Sebaliknya, mereka didorong untuk aktif melahirkan gagasan, mengembangkan kemampuan, memperluas jejaring, serta membangun rekam jejak melalui kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat.
Semangat tersebut, lanjut Iftitah, juga menjadi salah satu dasar lahirnya Overlanding Indonesia. Komunitas itu berawal dari perjalanan Iftitah bersama AHY menjelajahi Indonesia sejak 2017 hingga awal 2020.
Perjalanan ke lebih dari 350 kabupaten dan kota tersebut, menurutnya, membuka pengalaman mengenai kekayaan alam, budaya, sekaligus keragaman masyarakat Indonesia.
"Tujuannya adalah untuk keliling Indonesia dan mencintai Indonesia, memberikan manfaat yang lebih banyak untuk masyarakat," ujarnya.
Iftitah menilai perjalanan komunitas seharusnya tidak berhenti pada aktivitas menikmati keindahan alam. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana mengenalkan potensi daerah, memahami persoalan masyarakat, menggerakkan kegiatan sosial, serta membuka jejaring ekonomi dan pariwisata.
Semangat tersebut juga dinilai sejalan dengan Program Transmigrasi Patriot yang membuka ruang bagi sumber daya manusia berkompeten untuk membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan solusi ke kawasan transmigrasi.
Dengan terlibat langsung di lapangan, generasi muda diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman dan memperluas wawasan, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Iftitah juga menyampaikan peluang keterlibatan Overlanding Indonesia dalam wisata reli Manokwari menuju Teluk Wondama, Papua, yang direncanakan berlangsung pada November 2026.










