TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan investasi industri perfilman nasional melalui pemanfaatan data yang terintegrasi, transparan, dan akurat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran sekaligus menjaga pertumbuhan industri film Indonesia yang tengah menunjukkan tren positif.
Menurut Riefky, penguatan tata kelola data menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem perfilman yang lebih besar, berkualitas, dan berkelanjutan.
"Kementerian Ekraf ingin ekosistem perfilman Indonesia semakin besar, berkualitas, dan berkelanjutan. Selain memperluas akses layar dan distribusi film nasional, tentu kami ingin memperkuat kebijakan berbasis data yang mampu mendorong investasi, diversifikasi konten, serta kolaborasi internasional yang membuat pertumbuhan industri film Indonesia dapat terus terjaga," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 24 Juli 2026.
Ia menilai data industri yang komprehensif akan meningkatkan presisi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan. Berdasarkan data Cinepoint, pangsa pasar film Indonesia telah melampaui 60 persen pada 2025. Sementara pada semester pertama 2026, sebanyak 15 judul film nasional berhasil menembus lebih dari satu juta penonton, melampaui rata-rata capaian industri pada tahun sebelumnya.
Kemudian, Riefky menegaskan bahwa pemerintah akan berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan pelaku industri, investor, platform data, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan ekosistem perfilman yang sehat dan kompetitif.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf menjajaki kerja sama strategis dengan Cinepoint melalui penyusunan Nota Kesepahaman (MoU). Kemitraan ini ditujukan untuk mengembangkan infrastruktur data dan memperluas layanan analitik sebagai dasar penyusunan program serta intervensi kebijakan yang lebih efektif.
Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kementerian Ekraf, Agus Syarip Hidayat, mengatakan data yang dimiliki Cinepoint akan menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan dan kebijakan sektor perfilman.
"Bagi kami sebagai policy maker, data-data dari Cinepoint akan sangat bermanfaat dan bisa menjadi dasar dalam perencanaan, penyusunan program, hingga intervensi kebijakan. Kami berharap ke depannya bisa bekerja sama dengan Cinepoint sebagai mitra data untuk membuat ekosistem perfilman nasional semakin kuat," kata Agus.









