TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pengembangan bioskop rakyat melalui konsep bioskop modular (micro-cinema) bersama PT Indobox Cinematic Buana. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap film nasional, khususnya di daerah yang belum memiliki bioskop, sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi kreatif lokal.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, Kementerian Ekraf menyambut baik inovasi yang dihadirkan Indobox Cinema karena mampu membuka akses distribusi film nasional ke berbagai daerah. Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan upaya pemerataan ekonomi kreatif agar masyarakat di seluruh Indonesia memiliki kesempatan yang sama menikmati karya sineas Tanah Air.
"Kementerian Ekraf menyambut baik berbagai inovasi dan kolaborasi dari Indobox Cinema yang mampu memperluas akses distribusi film sekaligus mau menggerakkan ekonomi kreatif di daerah. Ini menjadi satu semangat dengan Indobox Cinema yang saling menyadari bahwa lumbung-lumbung ekonomi kreatif banyak tersebar sehingga masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan sama untuk menikmati karya sineas Indonesia," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 24 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pengembangan bioskop modular menjadi solusi atas masih minimnya pemerataan fasilitas bioskop di Indonesia. Saat ini sekitar 74 persen kabupaten/kota belum memiliki bioskop, sedangkan sebagian besar bioskop yang ada masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Menurut Riefky, kehadiran bioskop modular tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemutaran film, tetapi juga dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku usaha lokal, komunitas, dan talenta kreatif di berbagai daerah. Dengan semakin luasnya distribusi film nasional, peluang bagi sineas, komunitas kreatif, hingga investor untuk mengembangkan industri perfilman juga akan semakin besar.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Ekraf siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah untuk memanfaatkan aset atau lahan publik yang belum optimal sebagai lokasi pembangunan bioskop modular. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi sarana distribusi resmi bagi film independen, film dokumenter, dan film daerah sehingga ekosistem perfilman nasional semakin inklusif, inovatif, dan berdaya saing.









