TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan bersama Danantara menyiapkan revitalisasi tiga aset milik badan usaha milik negara (BUMN) menjadi museum tematik. Tiga museum yang akan dibangun meliputi Museum Film di Kota Tua Jakarta, Museum Musik di Bandung, dan Museum Fotografi di Semarang.
Rencana tersebut dibahas dalam diskusi kelompok terpumpun yang dipimpin Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama PT Jasa Raharja (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Ketiga museum akan memanfaatkan bangunan eksisting milik BUMN, yakni eks Gedung Asuransi Jasa Raharja di Kota Tua Jakarta sebagai Museum Film, gedung eks Jiwasraya di Jalan Asia Afrika, Bandung sebagai Museum Musik, serta bangunan di kawasan Kota Lama Semarang sebagai Museum Fotografi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kehadiran tiga museum tersebut merupakan langkah strategis untuk melengkapi ekosistem permuseuman di Indonesia sekaligus menghadirkan ruang budaya yang lebih relevan bagi masyarakat.
"Dari 516 museum yang tercatat di Indonesia, hingga saat ini belum ada Museum Film, Museum Musik, maupun Museum Fotografi. Karena itu, kita ingin menghadirkan museum-museum tematik yang tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga menjadi ruang budaya dan ruang edukasi yang hidup,"ujar Fadli dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Fadli, Museum Film akan menampilkan perjalanan perfilman Indonesia, mulai dari peralatan produksi, arsip, hingga perkembangan teknologi perfilman dengan mengacu pada sejumlah museum film di dunia.
Sementara itu, Museum Musik di Bandung akan mengangkat sejarah perkembangan musik Indonesia, termasuk peran Bandung sebagai salah satu kota yang melahirkan banyak musisi lintas genre. Museum tersebut juga akan dilengkapi ruang interaktif, pameran temporer, serta ruang pertunjukan.
Adapun Museum Fotografi di Kota Lama Semarang akan menyajikan sejarah fotografi Indonesia sejak berdirinya studio fotografi pertama di Batavia hingga perkembangan fotografi modern. Museum ini juga akan menghadirkan pameran yang berkaitan dengan sejarah Semarang dan Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo memaparkan konsep pengembangan tiga museum tematik yang memanfaatkan bangunan bersejarah sebagai ruang budaya yang edukatif, interaktif, dan relevan bagi masyarakat.
Dukungan juga datang dari Danantara. Senior Director Strategy and Transformation Danantara, Rezki M. Djohan, menyatakan revitalisasi aset menjadi museum berpotensi meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memberikan nilai tambah terhadap aset negara melalui kolaborasi lintas BUMN.
Inisiatif tersebut turut mendapat apresiasi dari pelaku seni dan budaya. Musisi Dwiki Darmawan menilai pembangunan museum tematik menjadi bagian dari upaya membangun memori kolektif bangsa sekaligus menjaga warisan budaya.
Menutup diskusi, Fadli Zon menegaskan revitalisasi museum akan dilakukan dengan memanfaatkan bangunan yang telah ada tanpa membangun gedung baru sehingga nilai sejarah dan karakter bangunan tetap terjaga.
"Tidak ada pembuatan bangunan baru, tetapi kita memanfaatkan aset bangunan yang sudah ada. Mudah-mudahan suatu saat akan berkembang. Kita bukan hanya ingin merawat masa lalu, tetapi juga melangkah menuju masa depan. Museum harus menjadi jembatan dan inspirasi baru bagi generasi mendatang,"pungkasnya.










