TVRINews, Jakarta
Penyelenggara Maybank Marathon menyusun peta jalan menuju penyelenggaraan ajang lari yang ditargetkan mencapai netral karbon pada 2030.
Langkah tersebut diawali dengan pengukuran jejak karbon penyelenggaraan edisi 2025 sebagai dasar penyusunan strategi pengurangan emisi pada tahun-tahun berikutnya.
Pengukuran jejak karbon dilakukan bekerja sama dengan perusahaan teknologi iklim Jejakin dengan mengacu pada Carbon Neutral Protocol Framework.
ESG Lead Jejakin Dwiputra Ahmad Ramdani mengatakan hasil pengukuran menunjukkan emisi karbon yang dihasilkan selama tiga hari penyelenggaraan ajang tersebut mencapai 4.336 ton setara karbon dioksida (tCO₂e).
"Emisi karbon yang dihasilkan sepanjang tiga hari penyelenggaraan Maybank Marathon 2025 adalah sebesar 4,336 tCO₂e, di mana sebagian besar emisi karbon berasal dari aktivitas para pelari, khususnya dari penggunaan transportasi dan akomodasi. Baseline emisi karbon ini menjadi landasan bagi Maybank Indonesia dalam menyusun roadmap menuju penyelenggaraan Maybank Marathon Netral Karbon 2030," ujar Ramdani kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Selasa, 14 Juli 2026.
Sementara, Head Sustainability Maybank Maria Trifanny Fransiska mengatakan hasil pengukuran tersebut menjadi dasar penyusunan peta jalan pelaksanaan berbagai inisiatif keberlanjutan hingga 2030.
"Maybank Marathon bukan sekadar ajang untuk pelari mencapai personal best. Melalui tema jangka panjang 'Jejak Hijau', kami ingin menjadikan setiap langkah lebih bermakna dengan meninggalkan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," ucap Maria.
"Berlandaskan hasil pengukuran emisi karbon Maybank Marathon 2025, kami menyusun Roadmap Jejak Hijau sebagai panduan implementasi berbagai inisiatif keberlanjutan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan menuju Maybank Marathon Netral Karbon 2030," kata Maria menambahkan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, pihak penyelenggara akan memfokuskan upaya pengurangan emisi pada sektor transportasi melalui optimalisasi layanan shuttle dan perluasan penggunaan kendaraan listrik.
Selain itu, mereka juga akan memperkuat pengelolaan limbah dengan prinsip ekonomi sirkular serta menjalankan program edukasi, literasi keuangan, dan pemberdayaan masyarakat di Bali.
Berbagai langkah tersebut akan dilaksanakan secara bertahap sesuai peta jalan yang telah disusun. Inisiatif itu diharapkan dapat mendukung target Bali mencapai Net Zero Emission 2045 sekaligus mendorong penyelenggaraan ajang olahraga yang lebih berkelanjutan.










