TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pengembangan sektor kepemudaan menjadi salah satu prioritas utama sejak dirinya memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Salah satu langkah yang disiapkan ialah penyusunan cetak biru (blueprint) kepemudaan nasional sebagai arah pembangunan pemuda hingga 100 tahun ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menpora saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Erick, penyusunan cetak biru kepemudaan menjadi penting karena Indonesia akan memperingati 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.
Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk menyusun strategi baru dalam pembangunan kepemudaan yang sesuai dengan tantangan masa depan.
"Untuk kepemudaan, di pembicaraan awal dengan Komisi X sendiri, bagaimana kita harus mempersiapkan blue print kepemudaan. Kalau Bapak Ibu ingat, pertama kali saya sudah angkat isu itu. Alhamdulillah dari beberapa diskusi dengan pakar yang kita bentuk, kita melihat tahun 2028 adalah peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda, artinya 100 tahun ke depan apa benar strategi kepemudaan kita sama dengan 100 tahun yang lalu. Saya yakin sangat berbeda," ujar Erick, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan penyusunan cetak biru tersebut juga didorong oleh kondisi demografi Indonesia.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 23,8 persen penduduk Indonesia atau sekitar 64 juta jiwa merupakan kelompok pemuda. Di sisi lain, indeks pembangunan kepemudaan dinilai masih mengalami stagnasi.
"Di situlah kenapa sangat diperlukan blue print baru, apalagi dari data-data terbaru sekarang 23,8 persen dari populasi kita itu 64 juta pemuda, dan kalau kita lihat indeks kepemudaan terjadi stagnan atau lambat baseline mengenai kepemudaan. Tentu jangan sampai demografi yang seharusnya menjadi bonus bangsa agar menjadi lebih kuat ke depannya justru malah menjadi kontra produktif karena kita tidak menyiapkan kepemudaan yang kompetitif," kata Erick.
Menurut Erick, pembangunan kepemudaan merupakan investasi strategis yang akan menentukan kualitas kepemimpinan, inovasi, produktivitas, dan daya saing Indonesia pada masa mendatang.
Sehingga, Kemenpora memperkuat pendekatan penggunaan anggaran yang berorientasi pada manfaat agar memberikan dampak terhadap pembangunan sumber daya manusia.
"Untuk itu di anggaran tahun 2027 angka untuk sektor kepemudaan kita tingkatkan hampir tiga kali lipat, mudah-mudahan tidak dikurangi lagi, karena kepemudaan ini menjadi isu yang sepertinya outputnya tidak terlihat tapi akan salah besar jika kita tidak berinvestasi pada sektor kepemudaan kita," tutur Erick.










