TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap penguatan layanan kesehatan, termasuk upaya memperluas akses bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pada 2026, pemerintah menyiapkan ambulans udara secara bertahap setelah menyelesaikan pembangunan 22 rumah sakit baru di sejumlah kabupaten/kota yang sebelumnya belum memiliki rumah sakit. Kesiapan ambulans udara tersebut mulai diuji, salah satunya melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Pesisir Barat, Lampung.
Program ambulans udara disiapkan untuk membantu masyarakat di wilayah terisolasi atau daerah yang membutuhkan waktu tempuh panjang melalui jalur darat agar dapat segera memperoleh pertolongan dan dibawa ke fasilitas kesehatan.
Presiden Prabowo mengatakan ambulans udara diharapkan dapat menjangkau wilayah yang selama ini membutuhkan perjalanan darat hingga lima sampai sembilan jam untuk mendapatkan layanan rumah sakit.
"Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti. Insyaallah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri. Memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa. Kita akan membuat ambulans udara, helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai. Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit," ujar Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui akun Instagram sekretariat kabinet, Senin, 28 September 2026.
Presiden Prabowo juga menyoroti kondisi masyarakat di sejumlah daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan, termasuk perempuan yang membutuhkan penanganan medis saat persalinan.
"Banyak ibu-ibu yang meninggal, karena menempuh jalan tujuh jam sampai sembilan jam pada saat melahirkan. Akhirnya, banyak ibu yang meninggal karena tidak ada jalan yang baik," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan program ambulans udara disiapkan setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan 22 rumah sakit baru pada 2026 di sejumlah kabupaten/kota yang sebelumnya belum memiliki rumah sakit.
Menurut Seskab Teddy, penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian pemerintah. Karena itu, ambulans udara diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke daerah pelosok.
"Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti. Insyaallah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri. Memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa," ungkap Seskab Teddy.










