TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun 10 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur dan Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pembangunan huntara tersebut dilakukan sesuai kebutuhan warga terdampak. Dari total 10 unit, sembilan unit dibangun di Kabupaten Manggarai Timur, masing-masing lima unit di Desa Gololijun, tiga unit di Desa Satar Kampas, dan satu unit di Desa Satar Punda Barat. Sementara itu, satu unit huntara dibangun di Kabupaten Ngada, tepatnya di Kelurahan Ite Jaya.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, mengatakan, pembangunan huntara ditujukan untuk menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi penyintas selama menunggu pemulihan hunian permanen.
"Huntara ini kami bangun agar para penyintas punya tempat tinggal yang layak dan aman selama menunggu pemulihan hunian permanen," ujar Idy dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Baznas, Senin, 28 September 2026.
Menurut Idy, sejak bencana terjadi, BAZNAS RI telah menyalurkan berbagai bantuan tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan tersebut mencakup makanan, layanan kesehatan, air bersih, hingga pembangunan fasilitas penunjang bagi penyintas.
BAZNAS RI juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong membantu penyintas gempa di NTT agar dapat segera memulihkan kehidupan mereka.
"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengulurkan tangan dan bergotong royong membantu saudara-saudara kita di NTT agar mereka dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupannya,"tandasnya.
Selain membangun 10 unit huntara, BAZNAS RI telah mendistribusikan 145.100 liter air bersih dan 84.250 porsi makanan dari dapur umum. BAZNAS juga memberikan layanan kesehatan kepada 821 pasien, mendirikan empat masjid darurat, serta membangun tiga sekolah darurat untuk mendukung kebutuhan penyintas gempa bumi di NTT.










