TVRINews, Jakarta
Program kunjungan edukatif ini memberikan kesempatan kepada pelajar untuk melihat langsung proses produksi es krim secara aman.
PT Yili Indonesia Dairy memberikan kesempatan kepada pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengenal dunia industri melalui program kunjungan edukatif ke pabrik.
Sejak program tersebut dimulai pada 2023, lebih dari 17.000 siswa dari berbagai wilayah, mulai dari Sabang hingga Merauke, telah mengikuti kunjungan ke fasilitas produksi YILI. Para siswa dapat melihat secara langsung proses produksi es krim Joyday sekaligus mengenal penerapan teknologi dalam industri makanan dan minuman.
Presiden Direktur Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, mengatakan pembelajaran tidak hanya diperoleh melalui buku dan teori, tetapi juga dapat dilakukan melalui pengalaman langsung.
“Program kunjungan pabrik ini telah berlangsung sejak 2023 dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Kami menerima kunjungan dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, namun, saat ini mayoritas sekitar 60-70% merupakan siswa dengan jenjang SMP hingga SMA.” ujar Yu Miao dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 28 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, pelajar diperkenalkan dengan berbagai tahapan produksi es krim Joyday. Mereka juga dapat melihat fasilitas pabrik, termasuk galeri dan ruang observasi yang disiapkan sebagai sarana pembelajaran mengenai proses produksi secara aman dan edukatif.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pembuatan es krim, tetapi juga mengenalkan siswa pada penerapan teknologi, standar kualitas, kebersihan, serta inovasi dalam proses produksi.
Program kunjungan pabrik ini terbuka bagi sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah sekolah dari luar Pulau Jawa, termasuk Sumatera dan Kalimantan, juga menunjukkan minat untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Perwakilan sekolah, Kepala Sekolah dari SDIT El Rifaat Kreatif Deliana Sagitalia, Kepala Sekolah SDIT El Rifaat Kreatif, menilai kunjungan pabrik memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
“Kunjungan seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa, karena mereka dapat melihat langsung proses produksi dan memahami bagaimana teknologi digunakan dalam industri. Melalui kunjungan ini, para siswa dapat melihat langsung proses pembuatan es krim yang biasa mereka makan. Bagi kami, kegiatan ini membantu memperluas wawasan anak-anak dan membuat pembelajaran menjadi lebih nyata, menarik, dan mudah dipahami,” ungkap Deliana Sagitalia.
Yili Indonesia Dairy menyatakan program tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia industri. Melalui pengalaman langsung, pelajar diharapkan dapat memperoleh wawasan mengenai proses produksi sekaligus mengenal dunia industri sejak dini.
“YILI akan terus mendukung kegiatan edukatif yang memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia. Kami ingin pabrik YILI tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang dapat mengenalkan anak-anak pada teknologi, kualitas, dan semangat inovasi,” tutur Yu Miao.










