TVRINews, Jakarta
Penguatan sumber daya manusia dan talenta unggul menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan industri serta menciptakan lapangan kerja berkualitas. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendorong terbentuknya ekosistem yang menghubungkan pendidikan, talenta, industri, dan dunia usaha.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco dalam The Future Fest 2026 di Gedung Dhanapala, Jakarta. Mengangkat tema Building Indonesia’s Future: Investing in Talent, Education, and Employment, kegiatan ini mempertemukan alumni dan penerima beasiswa LPDP, pemerintah, perguruan tinggi, serta pelaku industri.
Badri mengatakan, visi Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Talenta yang telah dibentuk melalui pendidikan juga harus memiliki ruang untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi.
Menurutnya, peningkatan jumlah tenaga kerja berpendidikan tinggi harus diimbangi dengan pertumbuhan perusahaan yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menyediakan lapangan kerja.
“Kami berharap nanti para alumni LPDP bisa bergabung dengan Kemdiktisaintek maupun dengan kementerian-kementerian yang lain, bagaimana kita bisa membangkitkan ekonomi Indonesia. Dan tentunya melihat visi Indonesia Emas 2045 ini,” ujar Badri dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan, berdasarkan materi McKinsey Global Institute yang dipaparkannya, Indonesia membutuhkan sekitar 1.400 perusahaan sangat besar dan 40.000 perusahaan besar apabila ingin mencapai status negara berpendapatan tinggi pada 2045.
Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut dinilai penting karena dapat menjadi penyerap tenaga kerja berpendidikan tinggi sekaligus memperkuat produktivitas ekonomi nasional.
“Perusahaan besar itu yang sebenarnya nantinya akan bisa menyerap tenaga kerja yang berpendidikan tinggi,” tutur Badri.

Badri juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi yang dapat dikembangkan menjadi teknologi dan industri.
Ia menilai investasi terhadap pendidikan tinggi berkualitas akan memberikan dampak berantai terhadap perekonomian, mulai dari lahirnya inovasi, pengembangan teknologi, hingga peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi.
“Karena begitu ada pendidikan yang bagus, pasti di sana akan ada inovasi yang ujung-ujungnya nanti akan ada teknologi yang bisa dihilirisasi kemudian menjadi industri, kemudian nilai tambahnya menjadi tinggi,” jelasnya.
Untuk memperkuat keterhubungan tersebut, Kemdiktisaintek tengah mengembangkan orkestrasi SDM nasional yang diarahkan untuk mendukung delapan sektor industri strategis.
Kedelapan sektor tersebut meliputi pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi yang mencakup kecerdasan artifisial atau AI dan semikonduktor, pertahanan, hilirisasi dan industrialisasi, serta material dan manufaktur maju.
Pengembangan industri strategis juga diarahkan untuk berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem technopreneur berbasis sains dan teknologi. Ekosistem ini melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, investor, mentor, komunitas, mahasiswa, hingga alumni.
Dalam ekosistem tersebut, Badri melihat alumni LPDP memiliki modal pengalaman, kompetensi, dan jejaring yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembangunan nasional.
Alumni dapat berkontribusi melalui berbagai bidang, baik pemerintahan, industri, pendidikan, maupun pengembangan usaha yang berkaitan dengan sektor-sektor strategis.
“Harapannya, kita semua di sini alumni LPDP dan yang akan berangkat dari LPDP, dan tentunya kalau misalnya bagi perguruan tinggi yang mungkin saat ini juga berkepentingan dengan LPDP, diarahkan ke situ, ke delapan strategis, kemudian lebih banyak orientasi bagaimana bisa menumbuhkan ekonomi,” ujar Badri.
Menurut Badri, investasi negara melalui pendidikan dan beasiswa pada akhirnya perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, kompetensi yang diperoleh para penerima beasiswa perlu diterjemahkan menjadi kontribusi nyata dalam pembangunan.
Melalui kolaborasi Kemdiktisaintek, LPDP, perguruan tinggi, pemerintah, dan industri, penguatan talenta diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kualitas SDM, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi, memperkuat industri strategis, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi menuju Indonesia Maju 2045.










