TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan optimalisasi pengelolaan Bendungan Batutegi di Kabupaten Tanggamus, Lampung, untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat dan pertanian.
Menurut Dody, pengelolaan bendungan menjadi bagian penting dalam memastikan pasokan air irigasi sekaligus mendukung ketersediaan air baku, terutama saat menghadapi musim kemarau.
“Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air untuk memastikan kebutuhan air baku dan irigasi tetap terpenuhi. Pengelolaan yang baik diharapkan dapat menjaga pasokan air bagi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Dody dalam keterangannya, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Bendungan yang dibangun pada 1995 hingga 2004 tersebut memiliki kapasitas tampungan efektif sekitar 687,7 juta meter kubik dan tinggi mencapai 122 meter. Infrastruktur ini menjadi salah satu penopang utama sistem pengelolaan sumber daya air di Daerah Aliran Sungai Way Sekampung.

Untuk sektor pertanian, Bendungan Batutegi mendukung sistem irigasi Way Sekampung yang mampu mengairi hingga 66.573 hektare lahan pada musim rendeng. Bendungan tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan luas tanam yang mencapai sekitar 45.911 hektare per tahun.
Selain untuk irigasi, Batutegi juga berfungsi sebagai penyimpan cadangan air. Air yang ditampung saat musim hujan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pada periode kemarau, termasuk ketika curah hujan mengalami penurunan.
Sementara untuk kebutuhan perkotaan, Bendungan Batutegi memiliki alokasi air baku sekitar 2.250 liter per detik yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Bandar Lampung, Metro, dan Branti.
Dody menambahkan, keberadaan Bendungan Batutegi juga memiliki fungsi lain, seperti pengendalian banjir, perikanan, dan pariwisata. Pengelolaannya terintegrasi dengan infrastruktur sumber daya air lainnya, termasuk sistem Way Sekampung dan Bendungan Margatiga.
“Pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara terintegrasi karena manfaatnya tidak hanya untuk satu sektor. Infrastruktur bendungan harus mampu mendukung kebutuhan masyarakat, pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan air menghadapi perubahan kondisi cuaca,” kata Dody.
Kementerian PU memastikan optimalisasi infrastruktur sumber daya air terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kebutuhan masyarakat di Lampung.










