TVRINews – Jakarta
Pembaruan terkini BMKG menunjukkan serangkaian aktivitas seismik, termasuk gempa M 5,9 di Sumba Barat Daya dan Aceh Jaya, dengan otoritas memastikan tidak ada ancaman tsunami.
Aktivitas kegempaan kembali mencatatkan dinamika yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah aktivitas seismik dalam pembaruan real-time, termasuk guncangan bermagnitudo menengah yang dirasakan di beberapa daerah pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Berdasarkan data parameter pemutakhiran, salah satu kejadian menonjol terjadi di wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara terpisah, aktivitas serupa juga tercatat di ujung barat Nusantara. Wilayah Calang, Aceh Jaya, diguncang gempa dangkal dengan magnitudo pemutakhiran 5,9 pada pukul 06.37 WIB.
Episenter gempa berada di laut pada kedalaman sekitar 26 hingga 55 kilometer, yang turut dirasakan pada skala IV MMI oleh masyarakat setempat. Sementara itu, aktivitas dengan magnitudo lebih kecil turut tercatat di Bone Bolango, Gorontalo, dengan kekuatan magnitudo 2,9 pada kedalaman menengah pukul 00.04 WIB.
Menanggapi rangkaian aktivitas tektonik tersebut, otoritas kebencanaan memastikan bahwa guncangan-guncangan signifikan yang terjadi di laut ini tidak memicu potensi gelombang tsunami.
Kendati demikian, pemantauan instumental terus diintensifkan menyusul ratusan fluktuasi seismik mikro dan moderat yang terekam sepanjang hari ini di berbagai region, seperti di kawasan Sumbawa, Flores, hingga Laut Banda.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta senantiasa memverifikasi informasi resmi melalui kanal mitigasi kebencanaan yang disediakan," demikian rujukan analitis dari data pemantauan aktivitas geofisika global dan nasional.
Warga diimbau untuk terus mengakses daftar lengkap pembaruan parameter serta memantau ratusan aktivitas gempa real-time secara berkala melalui platform resmi BMKG Gempabumi Terkini guna memastikan keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.










