TVRINews, Jakarta
Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka Seleksi Nasional Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2027/2028. Di mana, pembukaan seleksi ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran ‘Laman Ekosistem Sekolah Unggul Garuda’ pada Sabtu, 3 Oktober 2026 kemarin.
Kehadiran laman tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai program, sekolah, serta berbagai kesempatan pendidikan yang tersedia dalam ekosistem Sekolah Unggul Garuda.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan program SMA Unggul Garuda menjadi bagian dari upaya pemerintah menemukan dan mengembangkan talenta terbaik Indonesia.
Menurutnya, penguatan ekosistem pendidikan diperlukan agar peserta didik memiliki bekal untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus mampu bersaing secara global.
“Melalui laman Ekosistem Sekolah Unggul Garuda, kami berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang lengkap dan mudah diakses mengenai sekolah, program pendidikan, serta beasiswa yang tersedia,” ujar Brian dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Pada angkatan kedua ini, pemerintah kembali menyediakan beasiswa penuh bagi peserta didik yang terpilih. Beasiswa tersebut diharapkan dapat mendukung siswa mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dunia.
Untuk Tahun Ajaran 2027/2028, seleksi dibuka bagi putra-putri terbaik Indonesia yang akan menempuh pendidikan di empat SMA Unggul Garuda Baru, yakni SMA Unggul Garuda Belitung Timur, SMA Unggul Garuda Bulungan, SMA Unggul Garuda Konawe Selatan, dan SMA Unggul Garuda Timor Tengah Selatan.
SMA Unggul Garuda merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo yang dikembangkan melalui dua skema, yakni SMA Unggul Garuda Baru dan SMA Unggul Garuda Transformasi.
Hingga 2026, sebanyak empat SMA Unggul Garuda Baru dan 47 SMA Unggul Garuda Transformasi telah bergabung dan beroperasi di 20 provinsi serta 39 kabupaten/kota. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 20 SMA Unggul Garuda Baru dan 80 SMA Unggul Garuda Transformasi pada 2029.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani mengajak siswa kelas IX SMP, MTs, dan sederajat yang memiliki potensi serta prestasi untuk mengikuti seleksi.
“Kami mengundang para talenta unggul bangsa, khususnya siswa kelas IX SMP/MTs/sederajat yang memiliki prestasi, untuk mengikuti seleksi dan menjadi bagian dari SMA Unggul Garuda Baru,” kata Ahmad.
Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memperluas penyebaran informasi mengenai seleksi tersebut sehingga dapat menjangkau talenta unggul dari berbagai daerah.
Dalam proses pembelajaran, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Ardi Findyartini menekankan pentingnya kesiapan pendidik yang sesuai dengan karakteristik peserta didik SMA Unggul Garuda Baru.
Ia menjelaskan, tahapan seleksi PPDB dilaksanakan secara terukur dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas untuk menjaring peserta didik dengan potensi dan prestasi terbaik.
Selain membuka akses informasi mengenai proses penerimaan peserta didik, Laman Ekosistem Sekolah Unggul Garuda juga menjadi ruang berbagi bagi satuan pendidikan yang tergabung di dalamnya. Sekolah dapat berbagi inovasi, program, dan capaian untuk menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan berkualitas.
SMA Unggul Garuda Baru sendiri menawarkan ekosistem pendidikan dengan kurikulum bertaraf internasional, fasilitas pembelajaran, serta dukungan guru dan tenaga kependidikan. Dengan dukungan beasiswa penuh, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kemampuan secara optimal dan mempersiapkan diri menuju pendidikan tinggi.
Ditjen Saintek mengajak siswa kelas IX SMP, MTs, dan sederajat, khususnya yang memiliki potensi dan prestasi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti Seleksi PPDB SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2027/2028.










