TVRINews, Jakarta
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin upacara rotasi besar-besaran dengan melantik dan menyerahkan jabatan kepada 27 pejabat utama Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu 3 Oktober 2026 malam. Langkah strategis ini mencakup pengukuhan Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri hingga 19 Kapolda baru guna memperkuat kinerja dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Pelaksanaan rotasi dan mutasi tersebut merujuk pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 yang melibatkan total 82 personel perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa dari total 27 pejabat yang dipanggil dalam prosesi malam ini, sebanyak 25 pejabat melaksanakan serah terima jabatan (sertijab), sedangkan dua pejabat lainnya menjalani pelantikan secara langsung.
"Malam ini, tepatnya hari ini tanggal 3 Oktober 2026 pada hari Sabtu. Sebagaimana telah kami sampaikan ada ST 2205 bahwasanya ada rotasi pati dan pamen Polri sebanyak 82 personel. Maka dilanjutkan pada hari ini juga sekira pukul 19.00 ini, akan langsung dipimpin oleh Bapak Kapolri terhadap beberapa pejabat utama, baik di Pejabat Utama Mabes Polri, kemudian juga diikuti oleh beberapa Kapolda," ujar Trunoyudo di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Trunoyudo merincikan bahwa dari 27 posisi utama tersebut, dua jabatan di antaranya merupakan pelantikan pejabat baru, yakni untuk posisi Astamarena dan Force Briefing, sementara selebihnya adalah sertijab PJU Mabes Polri dan 19 Kapolda baru.
"Dan ada 25, ini nantinya akan dilakukan serah terima jabatan. Sedangkan dua lagi, itu akan dilakukan pelaksanaan pelantikan oleh Pak Kapolri yaitu untuk Astamarena dan Force Briefing. Untuk kegiatan ini semuanya sedang persiapan, tentu rekan-rekan nanti akan kami sampaikan sebagai perkembangannya," jelasnya.
Lebih lanjut, Trunoyudo menegaskan bahwa rotasi jabatan di tubuh Polri merupakan hal yang rutin dilakukan untuk menjaga dinamika roda organisasi. Hal ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Kapolri dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
"Ini kegiatan yang menjadi rutin kita lakukan sebagai suatu roda organisasi, di mana Bapak Kapolri menekankan bagaimana kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, Polri bersama masyarakat. Maka percepatan ini juga akan membuat dinamika juga semakin cepat sesuai dengan ekspektasi masyarakat," tambahnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai rotasi kepemimpinan pasca pelantikan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto guna menjawab tantangan publik, Trunoyudo menyampaikan bahwa langkah ini selaras dengan visi kepemimpinan Kapolri yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Tadi kami sampaikan bagaimana Pak Kapolri menyampaikan, 'Polri bersama masyarakat'. Artinya, kecepatan sesuai dengan ekspektasi masyarakat terhadap dinamika yang dibutuhkan masyarakat terhadap Polri, ini juga salah satunya untuk menjawab tantangan pelayanan masyarakat," pungkas Trunoyudo.










