TVRINews, Serang
Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2026 menjadi bahan evaluasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X DPR RI. Evaluasi tersebut turut membahas daya tampung perguruan tinggi, jalur penerimaan, hingga dampak penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terhadap Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Pembahasan dilakukan melalui Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Bidang Pendidikan Tinggi Komisi X DPR RI ke Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten, dalam Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi, khususnya pelaksanaan SPMB 2026.
Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemdiktisaintek, Muhammad Hasan Chabibie, mengatakan penguatan ekosistem pendidikan tinggi perlu dibarengi dengan perluasan akses masyarakat untuk melanjutkan pendidikan.
Menurut Hasan, PTN maupun PTS memiliki peran strategis dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Peran tersebut dapat dilakukan melalui strategi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kapasitas masing-masing perguruan tinggi.
“Berbagai masukan terkait pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru akan menjadi bahan evaluasi Kemdiktisaintek untuk penerimaan selanjutnya di Tahun 2027. Evaluasi tersebut antara lain mencakup pengaturan waktu pelaksanaan serta sejumlah dinamika yang berkaitan dengan jalur mandiri,” ujar Hasan dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Selain persoalan akses, Kemdiktisaintek juga menyoroti pentingnya integritas dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Setiap pelanggaran dalam proses seleksi akan ditindaklanjuti sesuai dengan tata kelola dan ketentuan yang berlaku.
Hasan menilai proses penerimaan yang transparan dan berintegritas penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan tinggi.
Sementara itu, Ketua Tim Kunspek sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan tiga jalur penerimaan mahasiswa baru.
Komisi X ingin mengetahui kondisi dan persoalan yang dihadapi perguruan tinggi, mulai dari proses dan pelaksanaan tes, kuota penerimaan, jumlah pendaftar, hingga jumlah mahasiswa yang diterima.
“Adapun terkait PTS, kami ingin mendapatkan informasi dan penjelasan mengenai penerimaan mahasiswa baru di PTN dan dampaknya bagi PTS, serta pandangan mengenai ekosistem pendidikan tinggi, khususnya mengenai sinergi PTS dengan PTN dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi,” kata Himmatul.
Rektor Untirta Fatah Sulaiman turut menyampaikan sejumlah dinamika yang dihadapi perguruan tinggi dalam pelaksanaan SPMB 2026. Salah satunya berkaitan dengan pengelolaan daya tampung serta perbedaan waktu pelaksanaan seleksi mandiri di masing-masing perguruan tinggi.
Menurut Fatah, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam evaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Pengaturan yang lebih baik diharapkan dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, termasuk bagi calon mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Kemdiktisaintek menegaskan penguatan ekosistem pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah mahasiswa, tetapi juga mencakup penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi.
Melalui evaluasi SPMB 2026, pemerintah berharap PTN dan PTS dapat terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan proses penerimaan mahasiswa baru berlangsung transparan, berintegritas, dan sesuai dengan ketentuan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala LLDikti Wilayah IV, Kepala Biro Umum, Humas, dan PBJ Kemdiktisaintek, serta pimpinan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Banten, di antaranya Universitas Terbuka, Universitas Bina Bangsa, Universitas Serang Raya, Universitas Al-Khairiyah, Universitas Pamulang, Universitas Muhammadiyah Tangerang, dan Universitas Mathla’ul Anwar.










