TVRINews, Brebes
Telur asin Brebes sudah lama dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas dari Jawa Tengah. Salah satu pelaku usaha yang masih eksis hingga kini adalah Sriwasilatun, seorang pengusaha telur asin yang telah menjalankan usahanya sejak tahun 2004.
“Usaha ini sudah berdiri lebih dari 20 tahun,” ujar Sriwasilatun saat ditemui di tempat produksinya yang berlokasi di Kelurahan Limangwetan, Brebes, Jumat, 18 Juli 2025.
Produk telur asinnya hadir dalam lima varian, yakni telur rebus, telur bakar, telur pindang oven telur panggang dan telur bawang. Ia menjelaskan, proses pembuatan telur asin cukup memerlukan ketelatenan.
“Telur-telur dari kandang disortir dulu. Yang berkualitas bagus dipisahkan, sedangkan yang retak atau rusak tidak boleh dicampur,” katanya.
Keunikan dari telur asin buatannya terletak pada bahan pengasinan yang digunakan, yaitu tanah ladon yang diambil dari Sungai Pemali, tepatnya di bawah Jembatan alun-alun Brebes. Campuran tanah tersebut kemudian dicampur dengan garam beryodium, abu gosok, dan air.
“Telur disimpan dalam adonan selama kurang lebih 15 hari agar hasilnya masir dan berminyak,” jelasnya.
Sriwasilatun menyebut, meski ada alternatif bahan lain seperti serbuk batu bata halus, ia tetap memilih tanah ladon karena harganya lebih terjangkau dan sudah terbukti kualitasnya sejak awal ia merintis usaha.
“Dari 2004 saya pakainya tanah ladon dari Sungai Pemali. Karena bisa menghasilkan telur yang rasanya gurih dan beda," ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan Sungai Kalipumali menjadi berkah tersendiri bagi warga Brebes. Selain menjadi sumber bahan baku, tanah dari sungai tersebut diyakini memberikan cita rasa khas pada telur asin Brebes yang sulit ditiru oleh daerah lain.










