TVRINews, Banyumas
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan apresiasi kepada ribuan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, atas keberhasilan mereka mencatatkan capaian tinggi dalam registrasi ulang dan pemutakhiran data perlindungan sosial secara digital.
Apresiasi tersebut disampaikan Gus Ipul dalam arahannya pada kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial yang berlangsung di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Gus Ipul menyebutkan bahwa sebanyak 8.217 orang dari berbagai unsur di Kabupaten Banyumas telah dikukuhkan sebagai Agen Perlinsos. Para agen ini telah membantu ratusan ribu kepala keluarga untuk masuk ke dalam sistem perlindungan sosial digital.
"Banyumas, kita buktikan Pak Bupati, yang masuk Sistem Perlinsos kita ada 209.176 Kepala Keluarga atau 32,21 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional, Banyumas istimewa," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Senin 2 November 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh 3.540 peserta yang mencakup perwakilan RT dan RW se-Kabupaten Banyumas, Agen Perlinsos, operator SIKS-NG, perwakilan kecamatan, SDM PKH, hingga siswa Sekolah Rakyat yang memadati area tribun GOR Satria.
Kemeriahan acara turut diwarnai oleh penampilan dari para siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Banyumas melalui berbagai pementasan, seperti drama musikal, tari gumebyar, seni bela diri karate dan silat, pidato tiga bahasa, paduan suara, serta pembacaan puisi.
Dalam pemaparannya, Gus Ipul menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam keberhasilan pemutakhiran data, yang melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pilar-pilar sosial, hingga jajaran RT dan RW.
“Kita bangun Indonesia dari Kabupaten Banyumas, jadi kita malam ini kumpul untuk menjadikan Banyumas sebagai Kabupaten terbaik dalam rangka menghadirkan data yang akurat, dan tentu itu akhirnya untuk Indonesia sejahtera,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menerangkan bahwa sistem perlindungan sosial digital dirancang sebagai langkah pemutakhiran data yang terintegrasi secara luas dengan berbagai basis data nasional milik pemerintah.
"Jadi datanya terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan Samsat, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan PLN, terhubung dengan BPJS Kesehatan, terhubung dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan nanti akan terhubung dengan semua data milik pemerintah," jelasnya.
Melalui integrasi tersebut, proses penentuan kelayakan penerima bantuan sosial tidak lagi ditentukan secara manual oleh Agen Perlinsos, melainkan diproses melalui sistem berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sementara itu, para agen berkedudukan sebagai relawan yang mendampingi warga dalam proses registrasi ulang.
"Karena datanya ini sudah terhubung jadi nanti akan ketahuan semua. Maka itu dalam Perlinsos digital ini, sekarang kita daftar ulang seluruh keluarga masyarakat yang pernah menerima bansos, kita daftar ulang bagi yang menginginkan dapat bansos, diperbolehkan untuk daftar," tutur Gus Ipul.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Gus Ipul juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan sejumlah Agen Perlinsos berprestasi, salah satunya Muhammad Mubarok selaku perangkat Desa Cilongok yang sukses mendaftarkan 360 warga ke dalam sistem.
Mubarok menyampaikan bahwa penerapan sistem perlindungan sosial digital ini mempermudah proses pemutakhiran data melalui fitur usul dan sanggah yang lebih transparan.
"Saya pernah mendaftaran warga masyarakat, itu ternyata hasilnya adalah tidak layak, tapi di kondisi di lapangan itu seharusnya layak mendapatkan bantuan. Sehingga saya ajukan sanggahan, sesuai dengan kondisi ekonomi. Sekarang hasilnya sudah berubah," jelas Mubarok.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan dukungannya terhadap implementasi sistem perlindungan sosial digital yang terintegrasi ini guna menekan tingkat kesalahan data atau margin of error. Langkah ini diyakini mampu menghasilkan data penerima yang lebih valid agar penyaluran bantuan sosial dapat tepat sasaran.
"Tujuan kita sama, dari Pak Menteri, dari saya, dari masyarakat, dari pemerhati sosial. Tujuannya adalah penerimaan manfaat adalah betul-betul tepat sasaran," pungkas Sadewo.









