TVRINews, Jawa Tengah
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan lahan terdampak banjir rob di kawasan pesisir Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi lahan produktif melalui pengembangan ekosistem Mina Salin.
Konsep Mina Salin mengintegrasikan budidaya padi biosalin, ikan nila salin, dan rumput laut dalam satu hamparan. Pengelolaannya juga didukung pemanfaatan energi terbarukan.
Kepala BRIN Arif Satria turut melakukan panen raya padi biosalin dan ikan nila salin di Lahan Padi Biosalin Sicepit, Sabtu, 19 September 2026.
Pengembangan tersebut dilakukan setelah lahan di kawasan itu tidak dapat ditanami selama enam tahun akibat terdampak banjir rob. Kondisi tersebut turut menyebabkan produktivitas padi di wilayah pesisir Batang menurun dari sekitar 8 ton menjadi 3 ton per hektare.
“Kita coba bangkitkan lahan-lahan marginal itu menjadi lahan yang produktif untuk produksi bahan pangan pokok, produksi protein hewani. Jadi saya kira ini kombinasi yang bisa menyelesaikan masalah pangan di Indonesia,” ujar Arif dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 20 September 2026.
Arif mengatakan, dampak banjir rob telah dirasakan di sejumlah kawasan sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa selama beberapa tahun. Kondisi tersebut menyebabkan banyak lahan pesisir tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Sejak Oktober 2025, BRIN bersama Kementerian Pertanian, PT Perusahaan Gas Negara, dan pemerintah daerah setempat mengembangkan ekosistem Mina Salin di kawasan Kasepuhan. Pengembangan tersebut mencakup lahan seluas 32,26 hektare.
Dua varietas padi hasil riset BRIN, yakni Biosalin Agritan 1 dan Biosalin Agritan 2, ditanam di kawasan tersebut. Kedua varietas itu mampu menghasilkan produktivitas sekitar 6 hingga 7 ton per hektare di Kelurahan Kasepuhan.
Selain padi, konsep Mina Salin memungkinkan petani menyesuaikan komoditas berdasarkan tingkat salinitas lahan. Ketika kadar garam terlalu tinggi untuk ditanami padi, lahan dapat dialihkan untuk budidaya rumput laut dan ikan nila salin.
Dengan pola tersebut, lahan tetap dapat dimanfaatkan tanpa ada petak yang menganggur sekaligus memberikan alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat.
“Sehingga diversifikasi usaha pada satu hamparan ini bisa membuat adanya multiple income dan juga multiple product ya, dan saya kira ini sebuah solusi bagi masyarakat yang memang saat ini terkena bencana rob,”pungkasnya.










