TVRINews, Malang
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026 resmi ditutup Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Sebanyak 566 talenta sains dari berbagai daerah mengikuti kompetisi dalam sembilan cabang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.
Dari jumlah tersebut, 45 peserta meraih medali emas, 90 medali perak, dan 135 medali perunggu. Sementara pada Eksibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial atau EKKA, dua peserta meraih emas, empat perak, dan enam perunggu.
Dalam perolehan medali OSN 2026, DKI Jakarta menjadi juara umum dengan 82 medali, terdiri atas 21 emas, 26 perak, dan 35 perunggu.
Dalam arahannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan OSN bukan hanya ajang untuk memperoleh medali, tetapi juga menjadi sarana menemukan, memandu, dan mengembangkan potensi akademik generasi muda Indonesia.
“Teruslah belajar untuk meraih cita-cita dan teruslah belajar agar kalian menjadi saintis Indonesia, ilmuwan Indonesia yang berkepribadian Pancasila, berakhlak mulia, dan akan membawa bangsa Indonesia meraih kemajuan dan kejayaan dengan kemajuan sains dan teknologi yang kalian kembangkan,”kata Mendikdasmen Mu’ti dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 20 September 2026.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan, pengembangan sains dan teknologi perlu tetap berakar pada potensi alam, sosial, dan budaya Indonesia. Para saintis muda diharapkan tidak hanya menguasai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetapi juga memiliki nilai, moralitas, integritas, dan karakter sebagai bangsa Indonesia.
“Kami berharap ajang ini dapat memberikan motivasi bagi anak-anak kita untuk lebih giat belajar dan juga mengembangkan diri sebagai saintis muda Indonesia yang mampu untuk menerapkan teori sekaligus juga dapat mengeksplorasi berbagai kekayaan yang kita miliki, baik kekayaan alam, kekayaan hayati, kekayaan nabati, kekayaan sosial budaya, yang semuanya dapat menjadi objek formal dan material dari pengembangan ilmu pengetahuan,”tambahnya.
Menurut Abdul Mu’ti, pengembangan potensi berlangsung secara kumulatif melalui pengalaman, pembelajaran, dan keberanian untuk terus mencoba. Peserta juga diharapkan memiliki growth mindset, optimistis terhadap masa depan, serta tidak mudah menyerah.
“Kami mendorong agar sains yang dikembangkan anak-anak kita ini tetap mengembangkan potensi yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia, sehingga dapat menjadi added value yang menjadikan kekayaan alam yang kita miliki ini menjadi semakin bermanfaat karena sentuhan sains dan teknologi yang bisa dimulai pengembangannya dari ajang OSN ini,”ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene menyampaikan, jumlah peserta OSN 2026 meningkat lebih dari 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain kompetisi dalam sembilan cabang, rangkaian OSN juga diisi Bina Talenta Indonesia Kolaboratif dan eksibisi kompetisi kecerdasan artifisial. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk berkompetisi sekaligus berkolaborasi lintas bidang.
“Untuk apresiasi uang pembinaan, peluang untuk ke ajang internasional dengan pembinaan di Pelatnas, bina talenta, beasiswa, potensi untuk masuk dalam perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Semua itu disediakan oleh Kemendikdasmen untuk mendukung pengembangan talenta di Indonesia,”ungkap Irene.
Wakil Rektor 4 Universitas Muhammadiyah Malang Muhammad Salis mengatakan, OSN menjadi ruang bagi talenta muda untuk mengaktualisasikan diri, membangun jejaring, dan saling memotivasi untuk berkembang.
“Kompetisi sebenarnya bukanlah tentang sekadar soal menang kalah, namun bagaimana kita bergembira dalam mengaktualisasikan diri, bagaimana kita menikmati jejaring baru,”ujar Salis.
Selain medali, para peraih OSN 2026 mendapatkan uang pembinaan dan kesempatan mengikuti pembinaan talenta serta seleksi berbagai ajang internasional.
Peraih medali emas memperoleh uang pembinaan Rp25 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp15 juta.










