TVRINews, Jawa Barat
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mengawal penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) agar tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Raffi dalam kegiatan sinergi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kejaksaan RI terkait pengawasan PIP melalui platform JAGA Indonesia Pintar di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Raffi, pengawasan program bantuan pendidikan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai elemen.
“Tidak ada superman, yang ada super team. Kolaborasi menjadi kunci agar bantuan pendidikan benar-benar sampai kepada yang berhak,”kata Raffi dalam keterangan yang diterima tvrinews di Bandung, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menyampaikan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN 2026 atau sekitar Rp757,8 triliun untuk mendukung berbagai program pendidikan.
Anggaran tersebut mencakup Program Indonesia Pintar yang menyasar lebih dari 21 juta siswa, serta berbagai program lain seperti bantuan pendidikan tinggi dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Raffi juga mengapresiasi sinergi antara Kemendikdasmen dan Kejaksaan RI dalam mengawal program tersebut.
“Kolaborasi ini penting untuk memastikan bantuan pendidikan bersih dari penyimpangan dan tepat sasaran,”jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat, diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan meningkatkan transparansi pelaksanaan program.
Dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah optimistis Program Indonesia Pintar dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi generasi muda Indonesia.










