TVRINews, Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengubah skema bantuan pendidikan dari berbasis sekolah menjadi beasiswa langsung bagi siswa kurang mampu untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus mengurangi potensi penyimpangan dalam penyaluran bantuan.
“Kami mengubah kebijakan, bantuan yang sebelumnya diberikan ke sekolah kini dialihkan menjadi beasiswa langsung kepada siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Dedi dalam kegiatan sinergi pengawasan Program Indonesia Pintar (PIP) di Bandung, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurutnya, skema baru ini tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga mencakup kebutuhan penunjang seperti tas, sepatu, dan buku.
“Kami ingin memastikan anak-anak bisa sekolah tanpa terbebani biaya, termasuk kebutuhan dasarnya,”lanjutnya.
Dedi menambahkan, kebijakan tersebut juga bertujuan menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.
Selain itu, ia menilai perubahan skema ini penting untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis, melalui kebijakan ini, akses pendidikan akan semakin inklusif dan manfaat bantuan dapat dirasakan langsung oleh siswa yang membutuhkan.










