TVRINews, Jakarta
Program SMK Go Global membekali 100 peserta dengan keterampilan Barista sebagai persiapan memasuki dunia kerja, termasuk membuka peluang bekerja di luar negeri. Pelatihan berlangsung selama 16 hari di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang. Sebagian di antaranya merupakan lulusan SMK yang sebelumnya belum memiliki pengalaman di bidang kopi. Selama pelatihan, mereka belajar mulai dari mengenal berbagai jenis kopi, teknik penyeduhan, manual brew, penggunaan mesin espresso, hingga pelayanan kepada pelanggan.
Salah satu peserta, Tiara, lulusan SMK Negeri 1 Garut, mengaku mengikuti program SMK Go Global karena memiliki keinginan untuk bekerja di luar negeri.
"Dengan bekerja ke luar negeri, saya ingin memperoleh pengalaman baru, mengenal budaya lain, sekaligus mempelajari cara bekerja di lingkungan internasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 29 September 2026.
Selain keterampilan teknis, Tiara menyadari bahwa kemampuan bahasa, pemahaman budaya, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi juga diperlukan untuk mendukung kesiapan bekerja di luar negeri.

Hal serupa dirasakan Muhammad Zaki, peserta asal Kabupaten Garut. Sebelum mengikuti pelatihan, Zaki mengaku belum memiliki pengalaman sebagai barista.
Selama mengikuti pelatihan, ia mulai mempelajari berbagai teknik penyeduhan hingga membuat latte art. Zaki bahkan memiliki keinginan untuk dapat bekerja sebagai barista di Turki.
Menurut Zaki, pelatihan tersebut tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat digunakan untuk membantu keluarganya dan membanggakan orang tua.
Instruktur Barista BLK Kabupaten Garut, Aline Novita Dewi, mengatakan pelatihan SMK Go Global tidak hanya bertujuan menghasilkan peserta yang mampu membuat minuman kopi. Peserta juga dipersiapkan memiliki sikap dan kebiasaan kerja yang dibutuhkan ketika memasuki dunia industri.
Selama 160 jam pelajaran, peserta mendapatkan pembelajaran dengan komposisi sekitar 70 persen keterampilan teknis atau hard skill dan 30 persen soft skill.
Materi mencakup pengelolaan bahan dan peralatan, pengelolaan area kerja, penggunaan alat manual brew dan mesin espresso, pelayanan pelanggan, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Peserta juga mengikuti simulasi open kedai pada dua hari terakhir pelatihan. Dalam simulasi tersebut, mereka bergantian menjalankan peran sebagai barista, kasir, waiter, maupun pelanggan untuk mendapatkan gambaran mengenai situasi kerja yang sebenarnya.
Kedisiplinan turut menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta. Peserta diwajibkan hadir sejak pagi dan mengikuti apel sebelum memulai kegiatan pelatihan.
BLK Garut juga menerapkan battle barista sebagai sarana mengevaluasi kemampuan peserta. Peserta yang masih membutuhkan peningkatan keterampilan diberikan kesempatan untuk berlatih kembali, termasuk di luar jam pelatihan.
Aline mengatakan pelatihan juga memberikan nilai tambah bagi lulusan SMK karena mereka telah memiliki dasar kesiapan kerja yang diperoleh selama pendidikan.
Program SMK Go Global, menurutnya, memberikan kesempatan kepada lulusan SMK maupun SMA untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh sertifikat, dan memperkuat nilai jual ketika nantinya mencari pekerjaan di luar negeri.
Dalam pelaksanaannya, BLK Kabupaten Garut mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kementerian Ketenagakerjaan. Materi kemudian diperkuat melalui praktik dan simulasi agar peserta memiliki gambaran mengenai kondisi kerja yang akan dihadapi.
BLK Kabupaten Garut diketahui telah dua kali berkolaborasi dengan KP2MI dalam pelaksanaan pelatihan. Pada pelaksanaan kali ini, kejuruan Barista dipilih dengan mempertimbangkan ketersediaan instruktur, fasilitas, dan kapasitas pelatihan.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta diharapkan tidak hanya membawa sertifikat, tetapi juga keterampilan, pengalaman praktik, kedisiplinan, dan kepercayaan diri sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja internasional.
Program SMK Go Global menjadi salah satu langkah bagi lulusan daerah untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menjadi pekerja migran profesional.










