
Menko PM, Muhaimin Iskandar (kiri) dan Menteri P2MI, Mukhtarudin (kanan) (TVRINews/Krisafika Taraisya)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah membuka peluang bagi lulusan SMK dan SMA untuk bekerja di luar negeri melalui program SMK Go Global, yang digagas atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar menjelaskan bahwa program ini akan memfasilitasi lulusan SMK dan SMA yang berminat bekerja di luar negeri melalui tahapan pelatihan dan peningkatan kemampuan, baik dari sisi keahlian teknis maupun penguasaan bahasa asing.
"Bagi yang berminat, akan memasuki masa pelatihan yang disiapkan. Setelah lulus pelatihan dan memenuhi standar kompetensi, baru diberangkatkan," kata Muhaimin saat konferensi pers kepada wartawan termasuk tvrinews.com, di Kantor P2MI, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.
Menurutnya, setiap peserta akan diverifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kesiapan. Peserta yang sudah memiliki keterampilan siap diberangkatkan, sementara yang masih membutuhkan peningkatan skill atau pelatihan bahasa akan dibina terlebih dahulu.
"Ada yang skill-nya siap langsung berangkat, ada yang perlu tambahan pelatihan, terutama bahasa dan spesialisasi teknis. Yang belum punya skill sama sekali, kita latih dulu," ucapnya.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan pihaknya telah memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara. Bidang yang paling banyak dibutuhkan antara lain welder, hospitality, caregiver, perawat, manufaktur, hingga pengemudi truk.
Peserta akan diberikan beasiswa pelatihan dari pemerintah sebelum diberangkatkan. Penempatan kerja nantinya disesuaikan dengan kompetensi dan sektor kebutuhan di negara tujuan seperti Jerman, Jepang, Turki, dan beberapa negara lainnya.
"Prinsipnya, demand di luar negeri sangat tinggi. Tinggal bagaimana kita menyiapkan supply-nya, yaitu SDM dengan skill dan bahasa yang memadai," jelas Mukhtaruddin.
Program SMK Go Global juga akan berjalan secara nasional tanpa batasan wilayah tertentu, dengan pelatihan bahasa Jepang, Korea, Inggris, Mandarin, hingga Arab.
Sebagai tahap awal, pemerintah menargetkan 500 peserta diberangkatkan pada akhir 2025 dengan anggaran Rp 2,6 miliar. Jumlah itu akan meningkat signifikan pada 2026, seiring target besar 500.000 lulusan SMK dan SMA yang akan ditempatkan ke berbagai negara.
Editor: Redaksi TVRINews
