TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur mencapai 103 orang hingga Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan jumlah korban meninggal bertambah tiga orang dari data sebelumnya.
“Pada hari ini kami mencatat ada 103 jiwa meninggal,” kata Berton Panjaitan dalam keterangan kepada media, Selasa, 25 Agustus 2026.
Korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten terdampak. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 41 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 34 orang.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.666 orang mengalami luka-luka, bertambah 63 orang dari data sebelumnya. Korban luka terbanyak berada di Kabupaten Manggarai Timur, dengan 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang luka ringan.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 185.131 jiwa, bertambah 4.804 orang. Pengungsi tersebar di tujuh kabupaten terdampak, dengan jumlah terbanyak berada di Manggarai, Nagekeo, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Berton mengatakan bertambahnya jumlah pengungsi terjadi karena gempa susulan masih berlangsung dan menimbulkan kepanikan serta trauma bagi warga terdampak.
“Dapat dipahami ketika gempa yang selalu hadir, ini menimbulkan kepanikan maupun traumatik yang mendalam untuk warga yang mengalami kegempaan tersebut,”jelasnya.
Meski jumlah pengungsi masih bertambah, sebagian penyintas mulai kembali ke rumah. Sebanyak 84 kepala keluarga atau 237 jiwa yang sebelumnya mengungsi di GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, telah kembali ke rumah pada Senin, 24 Agustus 2026.
BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Sikka, Dinas Sosial, TNI AL, Satpol PP, dan Basarnas memfasilitasi kepulangan para penyintas serta memberikan bahan makanan dan kebutuhan dasar.
BNPB menyatakan penanganan korban dan pengungsi terus dilakukan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar serta pendataan warga terdampak gempa.










