TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total bantuan logistik yang masuk untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 15 hingga 25 Agustus 2026 mencapai 2.031.951 kilogram atau sekitar 2.032 ton.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan dari total bantuan tersebut, sekitar 1.539 ton telah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak.
“Total bantuan yang masuk sejak 15 sampai 25 Agustus mencapai 2.031.951 kilogram atau sekitar 2.032 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.539 ton sudah didistribusikan,” ujar Berton dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 25 Agustus 2026.
Bantuan tersebut disalurkan melalui berbagai jalur, mulai dari udara, laut, hingga darat. BNPB memanfaatkan Maumere dan Labuan Bajo sebagai dua titik utama distribusi sebelum bantuan diteruskan ke kabupaten-kabupaten yang membutuhkan.
Sementara itu, sekitar 492 ton bantuan masih tersimpan di gudang Pos Pendukung Logistik Nasional. Stok tersebut akan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Berton menegaskan, penanganan pascagempa masih terus dilakukan secara bertahap. Selain distribusi logistik, BNPB juga melakukan pendataan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, serta verifikasi kerusakan rumah.
“Pendataan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi logistik, dan verifikasi kerusakan rumah terus dilakukan secara bertahap untuk mendukung penanganan darurat hingga nantinya memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,”pungkasnya.
BNPB memastikan distribusi bantuan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.










