TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 77.912 rumahmengalami kerusakan akibat gempa bumi di tujuh kabupaten terdampak di Nusa Tenggara Timur.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan, dari total rumah yang terdampak, 24.597 rumah rusak berat, 18.537 rumah rusak sedang, dan 34.778 rumah rusak ringan.
“Saat ini BNPB melakukan pendataan dan verifikasi rumah terdampak sebagai bagian dari persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Berton dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Berton, proses pendataan meliputi validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), serta penilaian tingkat kerusakan bangunan.
Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk perbaikan rumah warga, jembatan, dan infrastruktur lainnya.
“Pendataan ini menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk untuk rumah, jembatan, serta infrastruktur lainnya,”pungkasnya.










